Berandasehat.id – Diabetes melitus (DM) menjadi masalah kesehatan bersama di tingkat global, termasuk Indonesia. Laporan International Diabetes Federation (IDF) tahun 2024 menyebut ada sekira 20,4 juta jiwa penyandang diabetes dewasa di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 11,3%.

Data itu menempatkan Indonesia berada di peringkat kelima di dunia untuk jumlah penderita diabetes tertinggi. Dikutip dari laman Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), lebih dari 90% penderita diabetes di Indonesia adalah tipe 2.

Gaya hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, pola makan, dan obesitas menjadi pemicu utama peningkatan kasus yang kian meresahkan ini. Untuk itu, menjaga keseimbangan metabolik dan menjalani gaya hidup sehat menjadi langkah penting dalam mencegah peningkatan kasus diabetes di Tanah Air.

Menurut CEO RS Premier Bintaro dr. Relia Sari MARS, terjadi shifting kunjungan pasien yang datang ke RS Premier Bintaro. “Kunjungan pasien berubah ke arah usia produktif. Mereka ini datang ke rumah sakit nggak hanya karena diabetes, tapi berikut komplikasinya. Diabetes melitus komplikasinya bisa ke mana-mana, ke ginjal, mata juga jantung,” ujarnya di sela acara Health Talk dan Halal Bihalal yang dihelat di RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan, baru-baru ini.

Dia menambahkan, banyak pasien diabetes yang datang ke rumah sakit terdiagnosis diabetes karena pola hidup tidak sehat, doyan konsumsi makanan manis, kurang olahraga, begadang, mengandalkan gawai, dan gaya hidup kurang gerak. “Health Talk dilaksanakan untuk mengedukai masyarakat tentang gaya hidup sehat, terutama meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes,” ujar dr. Relia.

Dalam paparannya, dr. Ardy Wildan, Sp.PD, Subsp. E.M.D (K), M.Pd.Ked, Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Endokrinologi, Metabolik, dan Diabetes RS Premier Bintaro, Kota Tangerang Selatan, mengungkap kenaikan kasus diabetes saat ini tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung kurang aktif dan memiliki pola makan tidak seimbang.

“Setelah momen Lebaran, kita perlu mengontrol kembali pola makan. Jangan berlebihan dalam konsumsi gula dan lemak karena bisa meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mulai memperhatikan asupan harian serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Perubahan sederhana dalam gaya hidup dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang. Untuk itu, masyarakat disarankan mulai memperhatikan asupan makanan sejak dini, seperti mengurangi konsumsi gula berlebih, memperbanyak serat, serta memilih makanan dengan gizi seimbang.

Dia menambahkan, salah satu langkah utama yang dianjurkan adalah mengurangi konsumsi gula berlebih. Asupan gula yang tinggi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang berujung pada diabetes.

Dokter yang tergabung dalam Perkeni itu mengingatkan, diaetes bukanlah penyakit usia lanjut, karena banyak ditemukan di usia produktif. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan baik.

Sayangnya, kesadaran dan konsistensi masyarakat dalam menjalankan pola hidup sehat masih rendah. “Banyak pasien yang datang untuk berkonsultasi sudah berada dalam kondisi kurang baik akibat pola makan tidak teratur dan minim aktivitas fisik,” ujarnya.

Kesempatan sama, dr. D. Chikih, Sp.KO, MKK (DMA), Spesialis Kedokteran Olahraga, membagikan edukasi mengenai pengelolaan kesehatan metabolik, pola hidup sehat, serta pentingnya aktivitas fisik yang tepat bagi masyarakat. Menurutnya, aktivitas fisik tidak harus berat untuk memberikan manfaat, asalkan dilakukan konsisten.

“Aktivitas ringan seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau senam ringan yang dilakukan secara konsisten mampu membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta meningkatkan kebugaran tubuh,” tutur dr. Chikih yang berpraktik di RS Premier Bintaro.

Penggunaan gawai dan aktivitas harian yang minim gerak di kalangan masyarakat turut memicu kenaikan risiko diabetes. Karenanya, masyarakat didorong untuk mulai aktif bergerak dan lebih memperhatikan asupan makanan sejak dini guna membantu kendalikan diabetes. (BS)