Berandasehat.id – Setiap tahun sekitar 11.000 anak baru terdiagnosis kanker di Indonesia. Penyakit kanker menjadi salah satu penyebab utama kematian 90.000 anak setiap tahunnya.

Kendala terbesar dalam mengatasi kanker pada anak di Tanah Air adalah sulitnya melakukan pencegahan dan deteksi dini. Selain itu, diagnosis yang keliru dan tertunda, kurangnya akses terhadap fasilitas kesehatan, dan risiko kanker kambuh setelah pengobatan turut menjadi rintangan menuju kesembuhan.

Dalam upaya menggalang dana untuk membantu anak-anak penderita kanker berjuang mengatasi penyakitnya, sekitar 250 orang lintas profesi tampil di konser musikal Gita Citra Cita yang berlangsung di The Ballroom Djakarta Theatre, Rabu (20/5) malam.

Gelaran kolaboratif lintas sektor itu bertujuan untuk memberikan dukungan  dana bagi anak-anak yang bernaung di bawah program Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

Diprakarsai Lions Club Jakarta Jaya Sunter Agung, konser musikal ini dihadiri para tokoh masyarakat, filantropis, mitra, dan publik pendukung gerakan sosial.

Konser musikal konser musikal Gita Citra Cita untuk penggalangan dana pengobatan kanker anak

Gelaran seni yang berlangsung 2 jam itu menampilkan 10 babak musikal yang mengangkat kisah ketangguhan, cinta, dan harapan bagi anak-anak pejuang kanker.

“Malam ini, panggung tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menghadirkan gerakan kepedulian bersama,” kata Martha Haliman dalam sambutannya di Gita Citra Cita. “Gita Citra Cita adalah panggung solidaritas, tempat seni menjadi medium untuk berbagi harapan dan mengajak lebih banyak orang terlibat membantu anak-anak pejuang kanker.”

Dia berharap, gelaran seni ini dapat mengajak dan menggugah kepedulian publik terhadap perjuangan kanker anak. “Ini bukan sekadar isu kesehatan, melainkan isu kemanusiaan yang membutuhkan gotong royong,” cetusnya.

“Malam ini membuktikan bahwa harapan bisa dinyalakan ketika banyak tangan bergandengan. Ini bukan akhir dari sebuah pertunjukan, tetapi penguatan dari sebuah gerakan,” Ira Soelistyo, Ketua YKAKI, menambahkan.

Setiap dukungan yang hadir membantu anak-anak pejuang kanker merasa tidak berjuang sendirian. Ini adalah tentang kehidupan, martabat, dan masa depan mereka.

Dana yang terkumpul dari para donatur di acara Gita Citra Cita akan digunakan untuk mendukung keberlanjutan layanan YKAKI, mulai dari pendampingan keluarga, rumah singgah, hingga dukungan bagi anak-anak selama menjalani pengobatan.

Poppy Hayono Isman, sosok di balik karya kreatif Gita Citra Cita mengungkap, gelaran seni yang digodok selama 10 bulan itu dirancang sebagai karya yang bukan hanya menghibur, tetapi menyentuh dan menggerakkan.

Pergelaran 10 babak itu merangkai puisi, paduan suara, membaca dongeng hingga grand finale, membawa audiens menelusuri perjalanan dari perjuangan menuju harapan.

“Kami ingin setiap babak malam ini menjadi pengalaman batin, bahwa musik bisa menyuarakan empati, dan seni bisa mengajak orang mengambil bagian dalam perubahan,” ujar Poppy. “Jika malam ini hati banyak orang tergerak untuk peduli, maka karya ini menemukan maknanya.”

Sejumlah tokoh hadir di pergelaran musik tersebut, antara lain Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof. Aru Wisaksono Sudoyo, Ario Djatmiko, Eddy Tobing, Hayono Isman, Marlinda Adam, komunitas paduan suara, penyintas kanker anak, serta para relawan dan pendukung yang bergabung secara sukarela demi misi kemanusiaan. (BS)