Berandasehat.id – Gangguan kesehatan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan di seluruh dunia, menurut sebuah studi baru yang dipublikasikan di The Lancet. Para peneliti menemukan hampir 1,2 miliar orang hidup dengan gangguan kesehatan mental pada tahun 2023—hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 1990.
“Tren peningkatan ini mungkin mencerminkan baik dampak yang masih terasa dari stres terkait pandemi maupun pendorong struktural jangka panjang seperti kemiskinan, ketidakamanan, pelecehan, kekerasan, dan menurunnya konektivitas sosial,” kata penulis utama Damian Santomauro, profesor madya di Queensland Center for Mental Health Research di Australia.
Analisis global tersebut meneliti data dari 204 negara dan menemukan bahwa kecemasan dan depresi telah meningkat sejak pandemi COVID-19.
Studi menemukan bahwa tingkat gangguan depresi mayor telah meningkat sekitar 24% sejak 2019, sementara gangguan kecemasan meroket lebih dari 47%.

“Temuan kami menunjukkan bahwa beban gangguan mental mencapai puncaknya di antara remaja 15 hingga 19 tahun, yang merupakan periode perkembangan kritis yang dapat membentuk lintasan pendidikan, pekerjaan, dan hubungan,” kata salah satu penulis, Alize Ferrari, yang juga berasal dari Queensland Center for Mental Health Research.
Studi ini juga menemukan bahwa perempuan terkena dampak secara tidak proporsional, mungkin karena tekanan pengasuhan, ketidaksetaraan gender, dan tingkat pelecehan yang lebih tinggi.
Mengatasi krisis yang semakin meningkat ini akan membutuhkan lebih banyak investasi dalam perawatan kesehatan mental, perluasan akses ke pengobatan, dan dukungan yang lebih baik untuk populasi yang berisiko, kata para penulis. (BS)