Berandasehat.id – Obesitas telah menjadi masalah global yang perlu mendapat perhatian khusus. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap lebih dari 1 dari 8 orang di dunia hidup dengan obesitas, termasuk 2,5 miliar orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan.

Tak kalah meresahkan, prevalensi kegemukan pada remaja telah meningkat empat kali lipat.

Obesitas tak bisa dipandang sepele, pasalnya kondisi ini memicu berbagai masalah kesehatan yang mematikan, seperti hipertensi, penyakit jantung, serta diabetes tipe 2.

Karenanya, obesitas perlu ditangani dengan serius. Tak hanya mengubah gaya hidup, seperti pola makan dan olahraga, tak jarang obat-obatan dibutuhkan untuk menurunkan berat badan.

Sayangnya, sejumlah orang sulit menurunkan berat badan karena tidak nyaman dengan obat suntik. Menjawab kebutuhan terapi obesitas di luar suntik, pasar terapi obesitas berbasis GLP-1 memasuki fase baru setelah kehadiran pil Wegovy dari Novo Nordisk di pasar Amerika Serikat pada awal 2026.

Produk oral berbahan aktif semaglutide itu langsung memicu lonjakan permintaan pasien, menegaskan posisi Novo Nordisk dalam industri obat penurun berat badan global, menurut ulasan CNBC.

Untuk diketahui, pil Wegovy mulai dipasarkan di AS pada Januari 2026 sebagai formulasi oral pertama dari terapi GLP-1 yang diciptakan perusahaan farmasi asal Denmark.

Ilustrasi pengukuran lingkar pinggang pada orang obesitas

Produk ini menggunakan bahan aktif yang sama dengan Wegovy suntik mingguan yang sebelumnya  mendominasi pasar terapi obesitas dunia.

Kehadiran pil Wegovy disebut menjadi titik balik penting bagi industri terapi penurunan berat badan karena mampu menjangkau kelompok pasien baru yang selama ini enggan menggunakan obat suntik.

Selain itu, formulasi oral dinilai membuka akses lebih luas terhadap terapi obesitas modern.

Justin Schreiber, CEO LifeMD, perusahaan layanan telemedicine, kepada CNBC mengungkap terjadi lonjakan signifikan terjadi setelah pil penurun berat badan itu diluncurkan di pasar.

Tingginya minat masyarakat terhadap pil Wegovy menunjukkan bahwa terapi oral mampu meningkatkan akses pasien terhadap pengobatan obesitas berbasis GLP-1. “Peluncuran obat oral Novo Nordisk telah meningkatkan akses,” bebernya.

Novo Nordisk juga menyebut sebagian besar pengguna pil Wegovy merupakan pasien yang sebelumnya belum pernah menggunakan terapi GLP-1.

Hal ini memperkuat keyakinan pasar bahwa formulasi oral mampu memperluas basis konsumen secara signifikan.

Efikasi pil Wegovy

Dari sisi efektivitas, sebuah studi menunjukkan hasil uji klinis pil Wegovy mampu membantu penurunan berat badan rata-rata sekitar 12 persen dalam satu studi.

Sementara pada uji coba lain terhadap semaglutide oral, penurunan berat badan dilaporkan mendekati 17 persen. 

CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar, sebelumnya menyebut pil Wegovy sebagai terapi GLP-1 oral paling efektif yang tersedia di pasar saat ini.

Analis menilai kehadiran formulasi oral Wegovy berpotensi memperluas pasar terapi obesitas global secara signifikan, terutama bagi pasien yang takut jarum suntik atau mengalami kendala akses terhadap terapi injeksi.

Penguatan kapasitas produksi

Tantangan produksi menjadi salah satu isu penting karena formulasi oral membutuhkan bahan aktif peptida dalam jumlah lebih besar dibandingkan versi suntik.

Novo Nordisk sempat menghadapi tantangan kapasitas produksi akibat tingginya permintaan produk GLP-1 di berbagai negara.

Namun demikian, perusahaan farmasi itu terus memperkuat kapasitas manufakturnya. Pada Maret 2026, Novo Nordisk mengumumkan investasi senilai US$500 juta di Irlandia untuk mendukung produksi dan memenuhi permintaan global terhadap pil penurun berat badan. (BS)