Berandasehat.id – Dalam beberapa tahun terakhir pangan fungsional menjadi topik menarik untuk diteliti dan dikembangkan.
Pangan fungsional adalah makanan/minuman yang secara alamiah, maupun telah melalui proses, mengandung satu atau lebih senyawa yang berdasarkan kajian-kajian ilmiah dianggap mempunyai fungsi tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan.
Poinnya, pangan fungsional tidak hanya mengandung gizi dasar, tetapi juga memiliki senyawa bioaktif yang memberikan manfaat kesehatan spesifik.
Berdasarkan sumber dan proses pembuatannya, pangan fungsional bisa dibedakan menjadi beberapa jenis. Pertama, pangan fungsional alami berasal dari alam dan dikonsumsi tanpa proses pengolahan berlebih, misalnya buah dan sayur, seperti tomat (kaya likopen untuk menjaga kesehatan), dan brokoli yang mengandung antioksidan.
Adapun pangan fungsional tradisional umumnya diolah dari generasi ke generasi menggunakan resep lokal, termasuk fermentasi, misalnya tempe (kaya antioksidan dan probiotik/bakteri baik), serta yogurt atau kefir, produk fermentasi susu yang baik bagi kesehatan saluran cerna.
Sedangkan jenis pangan fungsional modifikasi telah melalui proses rekayasa pengolahan, termasuk penambahan /fortifikasi, untuk meningkatkan nilai gizi, misalnya produk sereal yang ditambahkan zat besi atau asam folat untuk mencegah anemia.

Untuk meningkatkan minat generasi muda meneliti pangan fungsional, Indofood Riset Nugraha (IRN) kembali membuka program bantuan riset bagi mahasiswa S1 yang tengah menyelesaikan tugas akhir.
Program IRN 2026-2027 mengusung tema ‘Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal’, bertujuan mendorong mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk mengembangkan kekayaan pangan lokal menjadi inovasi pangan fungsional berbasis riset.
Terkait dengan tema tersebut, Ketua Tim Pakar IRN Prof. Purwiyatno Hariyadi menyampaikan ada hubungan yang erat antara pangan dan kesehatan. “Pangan tidak lagi sekadar pemenuhan gizi dan energi, melainkan penopang kesehatan yang krusial, terutama dalam meningkatkan daya tahan tubuh melalui asupan pangan fungsional,” ujarnya.
IRN hendak mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia untuk lebih peka, sensitif dan ekploratif dalam mengangkat kearifan lokal serta potensi disekitar mereka, lalu mentransformasikannya menjadi inovasi pangan fungsional yang berbasis ilmiah.
Setiap mahasiswa dapat mengajukan proposal penelitian mulai dari 29 Mei hingga 31 Agustus 2026, dan selanjutnya akan diseleksi oleh Tim Pakar IRN yang terdiri dari akademisi dan praktisi lintas disiplin ilmu.
Ketua Program IRN dan Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Suaimi Suriady, mengatakan selama dua dekade, IRN tidak hanya memberikan dukungan dana penelitian, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas bagi ribuan mahasiswa Indonesia. “Ini menjadi bentuk nyata komitmen kami untuk turut mendukung tumbuhnya generasi peneliti muda Indonesia,” ujarnya.
Tahun ini, IRN mendorong lebih banyak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan mendapatkan dana riset dan mengeksplorasi kekayaan pangan lokal Indonesia untuk masa depan pangan yang berkelanjutan.

IRN, sebut Suaimi, merupakan bentuk komitmen Indofood dalam mendukung lahirnya generasi peneliti muda Indonesia yang inovatif, adaptif, dan berdampak.
Terkait riset, Prof. Purwiyatno berbagi wawasan bahwa proposal yang kuat bukan hanya soal teknis penulisan, melainkan soal relevansi dan kejelasan kontribusi riset terhadap tema program. “Kesesuaian topik penelitian dengan tema pangan fungsional menjadi hal yang penting. Pastikan latar belakang menjelaskan urgensi penelitian dengan baik, dan tidak melewatkan batas waktu pengumpulan,” pesannya.
Cakupan Program IRN 2026–2027
Kali ini, IRN menerima proposal penelitian yang berfokus pada eksplorasi sumber daya alam darat dan laut berbasis potensi dan kearifan lokal, mencakup produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, peternakan, dan air.
Cakupan bidang penelitian meliputi Agro-Teknologi (Budidaya), Teknologi Proses/Pengolahan, Gizi dan Kesehatan Masyarakat serta Sosial Budaya, Ekonomi dan Pemasaran.
Selain itu, program ini terbuka bagi mahasiswa dari semua program studi, tidak hanya mahasiswa Teknologi Pangan, selama topik penelitian sesuai dengan tema dan bidang cakupan yang ditetapkan.
Cara Daftar Program IRN 2026-2027
Bantuan dana riset Program IRN diperuntukkan bagi mahasiswa S1 dari semua jurusan yang akan melakukan penelitian untuk tugas akhir.
Berikut ketentuan umum penulisan proposal IRN:
- Proposal diajukan kepada Sekretariat Panitia IRN, dikirim melalui tautan tinyurl.com/DaftarIRN2627
- Penelitian diajukan dalam rangka penyelesaian tugas akhir
- Sesuai dengan tema Program IRN yaitu ‘Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal’
- Format atau sistematika proposal sesuai
- Penelitin dilakukan sesuai dengan bidang studi pengusul
- Proposal wajib mendapatkan persetujuan Dosen Pembimbing/Dekan, disertai dengan cap lembaga (halaman pengesahan dan surat pernyataan peserta)
- Jangka waktu penelitian paling lama satu tahun
- Penelitian dilakukan dalam wilayah Republik Indonesia
- Menyertakan riwayat hidup lengkap Peneliti dan Dosen Pembimbing
Penerimaan proposal dibuka 29 Mei hingga 31 Agustus 2026, sedangkan pengumuman penerima dana riset akan dilakukan pada Oktober 2026.
20 Tahun Mendorong Inovasi Pangan Berbasis Kearifan Lokal

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2006 sebagai kelanjutan dari Program Bogasari Nugraha yang dirintis sejak 1998, IRN telah menjadi salah satu bagian dari pilar Program CSR Indofood – Building Human Capital untuk pengembangan sumber daya manusia.
Selama 20 tahun berjalan, Program IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa dari lebih dari 200 universitas dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Program ini didukung oleh tim pakar lintas disiplin ilmu dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang terlibat aktif dalam proses seleksi, pendampingan, hingga evaluasi hasil penelitian mahasiswa.
“Selama dua dekade, IRN telah menjadi bagian dari perjalanan lahirnya banyak peneliti muda Indonesia yang kini berkiprah di berbagai bidang,” kata Suaimi.
Tim IRN meyakini riset-riset yang lahir dari tangan mahasiswa hari ini dapat menjadi fondasi lahirnya solusi pangan, kesehatan masyarakat, dan inovasi Indonesia di masa depan. “Kami berharap semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk berkontribusi melalui penelitian yang berdampak,” tandasnya. (BS)