Berandasehat.id – Umumnya buah dan sayuran kalengan dan beku lebih murah daripada produk segar. Produk kalengan atau beku juga memiliki umur simpan yang jauh lebih lama daripada produk segar. Ini berarti tersedia sepanjang tahun dan lebih kecil kemungkinannya untuk rusak dan harus dibuang.
Bagaimana dengan nilai gizinya? Buah atau sayuran beku dan kalengan umumnya mempertahankan nilai gizinya yang asli—kadang-kadang lebih baik daripada produk segar. Misalnya, nilai gizi sebagian besar produk beku dan kalengan setara dengan buah dan sayuran segar yang telah disimpan di lemari es selama seminggu.
Namun, proses pengawetan makanan tertentu sebenarnya dapat meningkatkan kandungan gizi. Aprikot adalah salah satu contohnya: aprikot beku memiliki kandungan vitamin C yang jauh lebih tinggi daripada aprikot segar. Ini karena vitamin C digunakan untuk membantu mengawetkan buah, menurut laporan The Conversation.
Pembekuan menggunakan suhu rendah untuk menunda pembusukan makanan. Metode pembekuan industri efektif dalam mempertahankan warna dan kualitas tekstur buah dan sayuran sekaligus menjaga kandungan nutrisinya.
Namun, pembekuan dapat merusak struktur makanan jika menyebabkan terbentuknya kristal es. Hal ini dapat mengurangi kandungan nutrisi buah dan sayuran dan membuatnya lembek, terutama jika produk itu dicairkan dan dibekukan kembali.
Buah dan sayuran beku berisiko terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes, yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Memasak buah atau sayuran sebelum dimakan mengurangi risiko ini.

Proses pengalengan melibatkan sterilisasi makanan pada suhu tinggi sehingga dapat disimpan dengan aman pada suhu ruangan untuk jangka waktu yang lama. Namun, paparan suhu tinggi menyebabkan beberapa nutrisi dalam makanan rusak, terutama vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C.
Tetapi kemajuan dalam teknologi pengalengan memungkinkan proses dilakukan lebih cepat dan pada suhu yang lebih rendah, yang berarti lebih sedikit nutrisi yang hilang.
Hal yang perlu diperhatikan pada buah dan sayur kalengan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli buah atau sayuran kalengan. Sayuran kalengan dapat memiliki kandungan garam yang tinggi, jadi sebaiknya pilih produk yang bertuliskan ‘tanpa tambahan garam.’
Selalu periksa panel informasi nutrisi dan mencari pilihan dengan kandungan natrium terendah. Mengeringkan dan membilas sayuran kalengan sebelum dimakan juga dapat membantu mengurangi jumlah garam.
Untuk kacang panggang dalam saus, sausnya mungkin mengandung tambahan gula dan garam. Bila suka makan kacang panggang, carilah pilihan rendah garam untuk membantu menurunkan asupan natrium/garam.
Untuk membantu mengurangi konsumsi gula, pilih buah kalengan yang dikemas dalam jus daripada sirup. Beberapa mungkin juga bertuliskan ‘tanpa tambahan gula’ pada kemasan.
Buah kalengan dapat dimakan sebagai camilan sendiri atau dengan sereal atau yogurt. Dalam banyak resep, buah segar dapat diganti dengan buah beku dan kalengan.
Sayuran beku sangat bagus untuk menyiapkan makanan cepat saji. Misalnya, kacang polong dan edamame beku hanya membutuhkan beberapa menit untuk dimasak, sehingga dapat ditambahkan pada menit terakhir ke dalam tumisan atau semur.
Menambahkan sekaleng lentil, buncis, atau kacang-kacangan dapat menambah volume semur atau saus pasta sekaligus meningkatkan asupan serat dan protein.
Karena sudah dimasak, sayuran beku juga dapat menambahkannya ke dalam salad yang akan membuat kita kenyang lebih lama. Ingatlah untuk membilasnya terlebih dahulu.
Buah kering tidak disarankan sebagai alternatif sehari-hari untuk buah segar, beku, atau kalengan. Ini karena pengeringan membuat kandungan gulanya lebih tinggi. Namun buah kering bisa dinikmati sebagai camilan sesekali. (BS)