Berandasehat.id – Konsumsi aneka jenis pangan nabati/tanaman setiap hari bisa lebih bermanfaat bagi mikrobioma usus dibandingkan mengonsumsi probiotik standar, menurut hasil riset terbaru.

Penelitian terbaru yang dipimpin oleh para ilmuwan dari King’s College London dan ZOE menemukan bahwa mengonsumsi campuran lebih dari 30 jenis tanaman setiap hari menghasilkan peningkatan populasi bakteri usus yang “menguntungkan” dibandingkan dengan kelompok kontrol probiotik.

Dalam uji coba terkontrol secara acak yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition, diperoleh hasil bahwa peserta yang mengonsumsi suplemen berisi beragam sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, tanaman herbal, rempah-rempah, dan jamur menunjukkan peningkatan populasi pada 57 spesies bakteri ‘baik’.

Sementara itu, peserta dalam kelompok probiotik dan kelompok kontrol hanya mengalami perubahan, masing-masing empat dan 14 spesies bakteri.

Mereka yang mengonsumsi campuran tanaman tersebut juga melaporkan peningkatan energi serta berkurangnya rasa lapar, gejala gangguan pencernaan, sembelit, nyeri ulu hati (heartburn), dan perut kembung.

Dalam uji coba ini, 349 orang dewasa dari Inggris diberikan suplemen tanaman sebanyak 30 gram setiap hari—yang dikenal sebagai Daily30—dan dibandingkan dengan dua kelompok pembanding: kelompok kontrol yang mengonsumsi 28 g berupa crouton, roti (dengan kandungan energi/kkal yang disesuaikan), serta kelompok yang mengonsumsi kapsul probiotik galur tunggal berisi Lactobacillus rhamnosus (galur probiotik yang telah banyak diteliti).

Studi menemukan sejumlah hasil penting, antara lain:

Ada perbedaan signifikan antara kelompok yang mengonsumsi campuran tanaman dan kelompok kontrol; 55% peserta dalam kelompok campuran tanaman melaporkan berkurangnya gangguan pencernaan, 35% melaporkan penurunan tingkat keparahan sembelit, 18% melaporkan berkurangnya nyeri ulu hati, dan 37% melaporkan berkurangnya perut kembung.

Sebanyak 51% peserta yang mengonsumsi campuran tanaman melaporkan peningkatan tingkat energi, 45% melaporkan peningkatan rasa bahagia, dan 35% melaporkan penurunan tingkat keparahan sembelit dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Pada kelompok campuran tanaman, spesies bakteri usus yang meningkat rata-rata dikaitkan dengan indikator kesehatan yang menguntungkan, sedangkan spesies yang menurun dikaitkan dengan indikator kesehatan yang kurang menguntungkan. Efek ini tidak terlihat pada kelompok kontrol maupun kelompok probiotik.

Sebuah subkelompok yang terdiri dari 34 peserta diberikan makanan tinggi karbohidrat, baik dengan maupun tanpa tambahan campuran tanaman tersebut. Penambahan campuran bahan nabati tersebut membuat partisipan melaporkan peningkatan energi (43%), rasa kenyang (41%), dan kepuasan saat makan (22%), serta penurunan keinginan untuk makan (71%) dan rasa lapar (17%).

Penulis utama Profesor Sarah Berry, dari Departemen Ilmu Gizi King’s College London sekaligus kepala ilmuwan di ZOE, mengatakan fakta bahwa Daily30 mengubah 57 spesies bakteri berbeda hanya dalam waktu enam minggu mengubah cara kita memandang kesehatan usus.

“Alih-alih memasukkan galur bakteri tunggal melalui pil, hasil ini membuktikan bahwa kita dapat memberikan dampak yang jauh lebih besar terhadap komposisi mikrobioma usus dengan menutrisi mikroba yang sudah ada melalui beragam jenis tanaman,” ujarnya.

“Penelitian ini menyarankan agar kita berfokus pada keragaman tanaman dan peran berbagai jenis serat dalam membentuk mikrobioma, alih-alih mencari satu solusi ajaib yang dianggap sebagai jalan pintas.”

Tim Spector, salah satu pendiri bidang ilmiah ZOE sekaligus profesor epidemiologi di King’s College London menambahkan industri suplemen global bernilai miliaran, namun sebagian besarnya dibangun berdasarkan gembar-gembor pemasaran, bukan sains yang kuat.

“Sudah terlalu lama konsumen ditawari pil sintetis dan bubuk olahan tingkat tinggi sebagai solusi instan. Di ZOE, kami memelopori perubahan dengan mendukung nutrisi berbasis makanan utuh melalui penelitian ketat berkelas dunia—sesuatu yang sangat dibutuhkan namun belum dimiliki oleh industri ini,” tandas Spector. (BS)