Berandasehat.id – Rambut rontok mengarah kebotakan sungguh meresahkan. Rata-rata, seseorang kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari. Karena rambut baru tumbuh pada saat yang bersamaan, kerontokan ini biasanya tidak menyebabkan penipisan rambut yang terlihat jelas di kulit kepala.

Kerontokan rambut sering kali disebabkan oleh kombinasi faktor keturunan dan penuaan, menurut Dr. Dawn Davis, seorang dokter spesialis kulit di Mayo Clinic.

Siklus pertumbuhan, kerontokan, dan pertumbuhan kembali rambut dapat terganggu oleh beberapa faktor. Riwayat keluarga, kondisi medis dan penggunaan obat-obatan, serta perubahan hormon semuanya dapat menyebabkan kerontokan rambut. Stres juga dapat memicu kerontokan rambut.

Faktor keturunan biasanya memengaruhi kebotakan berpola. Jenis kerontokan rambut ini umumnya terjadi secara perlahan dan mengikuti pola yang dapat diprediksi—seperti garis rambut yang mundur dan munculnya area botak pada pria, serta penipisan rambut di bagian puncak kepala pada wanita.

Jika kerontokan rambut mengikuti pola-pola ini, kemungkinan besar penyebabnya adalah faktor keturunan. Produk perawatan yang dijual bebas merupakan langkah awal yang tepat untuk mengatasi jenis kerontokan rambut ini.

Davis menyebutkan bahwa salah satu perawatan kerontokan rambut yang umum tersedia tanpa resep dokter adalah obat bernama minoksidil. Obat ini tersedia dalam bentuk cairan, busa, dan sampo.

Produk yang mengandung minoksidil dapat membantu banyak orang mempertahankan rambut yang masih ada, serta mampu menumbuhkan kembali sekitar 10% dari rambut yang telah rontok. Davis menambahkan bahwa minoksidil oral (obat minum) juga dapat diresepkan sebagai pilihan perawatan bagi pasien pria maupun wanita.

Bentuk cairan dengan konsentrasi tinggi dari obat ini biasanya direkomendasikan bagi pasien dengan kebotakan berpola. Obat ini dapat digunakan baik oleh pria maupun wanita. Bentuk cairan lebih mudah diaplikasikan langsung ke kulit kepala dibandingkan bentuk busa, yang sering kali justru terserap oleh helai rambut.

Adapun bentuk sampo kurang ideal karena banyak orang tidak memiliki waktu untuk mencuci rambut dua kali sehari, dan gesekan saat keramas dapat membebani rambut sehingga menyebabkan kerontokan tambahan.

Untuk mempertahankan manfaat obat ini, disarankan untuk terus menggunakannya secara rutin. Jika berhenti menggunakannya, rambut yang telah tumbuh kembali mungkin akan rontok, dan tingkat kerontokan rambut kemungkinan besar akan kembali seperti sebelum memulai perawatan.

Cara lain untuk membantu mengurangi kerontokan rambut adalah dengan memperlakukan rambut secara lembut. Cara yang bisa ditempuh misalnya kurangi frekuensi keramas menjadi dua atau tiga kali seminggu. Lakukan gerakan lembut saat menyisir rambut, terutama saat rambut dalam keadaan basah.

Menggunakan sisir bergigi jarang dapat membantu mencegah rambut tercabut. Hindari gaya rambut yang ketat, seperti kepang, sanggul, atau kuncir kuda.

Selain itu, usahakan untuk tidak memelintir, menarik, atau menggosok rambut. Hindari pula perawatan yang keras bagi rambut, seperti penggunaan alat pengeriting, alat pelurus, maupun perawatan minyak panas.

Tersedia pula perawatan dengan resep dokter untuk mengatasi kerontokan rambut akibat pola kebotakan tertentu. Obat finasteride terbukti efektif menumbuhkan kembali rambut pada pria.

Bagi wanita, terapi hormon yang membantu menyeimbangkan kadar estrogen dan testosteron sering kali dapat mempertahankan kondisi rambut serta mengurangi kerontokan.

Jika obat-obatan yang dijual bebas dan langkah perawatan mandiri tidak cukup untuk mengurangi kerontokan rambut, atau bila kerontokan tersebut disebabkan oleh masalah kesehatan lain—misalnya akibat obat-obatan yang sedang dikonsumsi—segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis atau buatlah janji temu dengan dokter spesialis kulit. (BS)