Berandasehat.id – Lemak visceral dan resistensi insulin membentuk siklus yang saling berkaitan erat. Lemak perut bagian dalam ini melepaskan asam lemak dan zat kimia pemicu peradangan langsung ke hati. Hal ini menghambat kinerja insulin, yang kemudian meningkatkan kadar gula darah dan memicu tubuh untuk menimbun lebih banyak lemak.

Lemak visceral merupakan salah satu jenis lemak perut, yang menyelimuti organ-organ di bagian dalam perut. Lemak ini dapat mengelilingi hati, usus, lambung, dan organ dalam lainnya.

Memiliki sejumlah lemak visceral adalah hal yang wajar dan sehat; setiap orang memilikinya. Lemak ini dapat melindungi organ-organ dalam. Disebut sebagai lemak aktif karena memengaruhi cara kerja tubuh.

Namun, kadar lemak visceral yang berlebihan tidaklah baik bagi kesehatan. Kondisi ini meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke, menurut laman WebMD.

Meskipun jenis lemak ini sering kali disertai dengan perut buncit yang terlihat dari luar, lemak visceral tidak dapat dilihat secara kasatmata.

Kita bahkan bisa saja memiliki perut rata dengan sedikit lemak yang terlihat, namun tetap memiliki lemak visceral di bagian dalam tubuh. Akan tetapi, biasanya jumlah lemak viseral akan meningkat seiring dengan bertambahnya lemak tubuh lainnya.

Hanya pemindaian berbiaya tinggi yang dapat mengukur jumlah lemak visceral secara akurat, namun dokter biasanya tidak akan menyarankan pemeriksaan khusus hanya untuk tujuan tersebut. Jika ingin mendapatkan gambaran kasar di rumah, kita bisa menggunakan pita pengukur biasa untuk memperkirakannya berdasarkan ukuran lingkar pinggang.

Kelebihan lemak tubuh apa pun dapat menimbulkan risiko kesehatan. Namun, dibandingkan dengan lemak yang berada tepat di bawah kulit, lemak visceral lebih berisiko memicu masalah medis serius.

Penyakit jantung, Alzheimer, kanker, diabetes tipe 2, stroke, dan kolesterol tinggi adalah beberapa kondisi yang sangat berkaitan dengan penumpukan lemak berlebih di area perut.

Para peneliti menduga bahwa lemak visceral memproduksi lebih banyak protein tertentu yang menyebabkan peradangan pada jaringan dan organ tubuh serta menyempitkan pembuluh darah. Hal ini dapat meningkatkan tekanan darah dan menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

Berikut hubungan lemak visceral dengan sejumlah penyakit yang perlu diketahui:

Lemak visceral dan penyakit jantung

Berbagai penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara lemak visceral dan penyakit jantung. Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita dengan ukuran pinggang terbesar dibandingkan dengan ukuran pinggul mereka memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena penyakit jantung.

Pada wanita yang sehat dan tidak merokok, risiko penyakit jantung meningkat sebesar 10% setiap kali ukuran pinggang mereka bertambah 2 inci (sekitar 5 cm). Namun, sebagian besar penelitian tidak mengukur lemak visceral secara langsung.

Lemak visceral dan penyakit Alzheimer

Penelitian lain menemukan bahwa orang dengan lemak perut dan lemak visceral yang lebih banyak memiliki risiko tiga kali lebih tinggi terkena demensia—termasuk penyakit Alzheimer—dibandingkan dengan orang yang memiliki lemak perut paling sedikit.

Lemak visceral dan kanker

Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara lemak visceral dan kanker, termasuk kanker kolorektal. Dalam satu penelitian, orang dengan jumlah lemak visceral terbanyak memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk mengalami polip prakanker di usus besar.

Lemak visceral dan diabetes tipe 2

Memiliki lebih banyak lemak visceral dikaitkan dengan resistensi insulin, yang meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Lemak visceral dan stroke

Meskipun penyebab pastinya belum jelas, penelitian menunjukkan bahwa orang dengan lemak visceral yang lebih banyak lebih berisiko mengalami stroke. Bahkan, lemak visceral juga dikaitkan dengan risiko stroke pada usia yang lebih muda.

Lemak viseral dan kolesterol tinggi

Lemak visceral punya hubungan langsung dengan kadar kolesterol yang lebih tinggi dalam aliran darah, termasuk kolesterol LDL (kerap disebut sebagai kolesterol jahat).

Lemak visceral dan tekanan darah tinggi

Lemak visceral juga dikaitkan dengan tekanan darah tinggi/hipertensi. (BS)