Berandasehat.id – Kurang tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Sebaliknya, tidur terlalu lama juga bisa menimbulkan masalah. Tidur berlebihan dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, antara lain diabetes tipe 2, penyakit jantung, obesitas, depresi dan sakit kepala.

Namun itu bukan berarti tidur terlalu lama akan membuat kita sakit, menurut Charlene Gamaldo, M.D., seorang ahli saraf dan spesialis tidur di Johns Hopkins Medicine.

“Kami tidak mengetahui secara pasti hubungan sebab-akibatnya,” katanya. “Kemungkinan besar justru sebaliknya, saat sakit, tubuh membutuhkan waktu tidur lebih lama.”

Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda, namun secara umum, para ahli menyarankan orang dewasa yang sehat untuk tidur rata-rata 7 hingga 9 jam setiap malam.

“Bagi orang rutin membutuhkan waktu tidur lebih dari 8 atau 9 jam per malam agar tubuh terasa segar kembali, hal itu bisa menjadi tanda adanya masalah tidur atau kondisi medis tertentu,” ujar Gamaldo.

Ada sejumlah kondisi yang dapat mengganggu tidur atau memengaruhi kualitas tidur, sehingga membuat kita mudah lelah dan lesu meskipun telah menghabiskan waktu 8 jam di tempat tidur.

Kondisi-kondisi tersebut meliputi:

Sleep apnea, gangguan pernapasan yang menyebabkan jeda napas singkat saat tidur.

Restless legs syndrome (sindrom kaki gelisah), gangguan otak yang menimbulkan dorongan tidak nyaman, dan terkadang sangat kuat, untuk menggerakkan kaki saat sedang beristirahat.

Bruxism, yaitu kebiasaan menggemeretakkan atau mengatupkan gigi dengan keras saat tidur.

Selain itu, ada pula kondisi-kondisi yang tidak secara signifikan mengganggu kualitas tidur, namun meningkatkan kebutuhan tubuh akan waktu tidur.

Kondisi-kondisi tersebut mencakup:

Sindrom fase tidur tertunda, yaitu gangguan di mana ritme sirkadian atau jam biologis tubuh membuat tetap terjaga hingga larut malam, sehingga sulit untuk bangun di pagi hari.

Hipersomnia idiopatik, yaitu gangguan yang menyebabkan rasa kantuk berlebihan tanpa penyebab yang diketahui.

Untungnya, terdapat pengobatan untuk banyak dari kondisi ini yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

“Banyak orang merasa tidur lebih lama seiring bertambahnya usia dan menganggapnya sebagai bagian normal dari penuaan,” ujar Gamaldo.

Namun, bertambahnya usia seharusnya tidak mengubah kebutuhan tidur secara drastis. Sebagian besar orang dewasa secara konsisten membutuhkan jumlah waktu tidur yang sama sepanjang masa dewasa mereka.

Bagi orang yang memiliki kebiasaan tidur berlebihan, Gamaldo menyarankan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan. Tim ahli mungkin akan menyarankan pemeriksaan tidur untuk memastikan apakah ada gangguan tidur tertentu.

“Jika memungkinkan, sebaiknya cari bantuan profesional dari pusat layanan kesehatan khusus tidur,” ujar Gamaldo dikutip dari laman Johns Hopkins Medicine. (BS)