Berandasehat.id – Pernah dengar saran kalau mau kurus, perbanyak minum kopi? Sejauh mana kebenarannya, sekadar mitos atau fakta? Kabar baik, saran itu mungkin ada benarnya. Kopi dapat membantu upaya penurunan berat badan dengan cara meningkatkan metabolisme atau mengurangi cadangan lemak dalam tubuh. Namun, manfaatnya bisa bervariasi tergantung pada kondisi unik setiap individu.
Kopi mengandung kafein, salah satu dari sedikit zat yang diketahui dapat membantu memobilisasi lemak dari jaringan lemak serta meningkatkan metabolisme.
Namun, apakah kopi benar-benar membantu menurunkan berat badan? Sejumlah studi ilmiah menunjukkan kinerja kopi terhadap penurunan berat badan.
Menurut penelitian, kopi dapat memberikan manfaat bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Dalam sebuah tinjauan studi tahun 2021, para penulis menyatakan bahwa kopi dapat mencegah dan mengurangi penumpukan lemak dalam tubuh melalui berbagai faktor, seperti pengaruhnya terhadap mikrobiota saluran pencernaan, yang dapat memengaruhi obesitas, dampak kopi terhadap protein yang terlibat dalam produksi lipid di dalam sel, serta penghambatan terhadap adiposit, yaitu sel-sel dalam tubuh yang menyimpan lemak.
Berkat sifat antioksidan dan antiradang, kopi juga dapat membantu mencegah kondisi tertentu seperti sindrom metabolik, penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2 dan obesitas/kegemukan.
Para peneliti menekankan bahwa efek anti-obesitas dari teh dan kopi teramati pada konsumsi dalam jumlah besar, yakni sekitar 3 hingga 6 cangkir per hari.
Sebuah tinjauan studi tahun 2019 dikutip Healthline, juga menyimpulkan bahwa asupan kafein dapat mendukung penurunan berat badan, pemangkasan indeks massa tubuh (BMI), dan pengurangan lemak.

Lantas, apakah ini efektif untuk jangka panjang? Sebuah tinjauan studi yang lebih baru pada tahun 2024 menyoroti berbagai penelitian terkini mengenai kopi dan potensinya dalam menurunkan berat badan.
Para peneliti menemukan bahwa meskipun beberapa studi menyoroti manfaat kopi dan kemampuannya mendukung penurunan berat badan berkat kandungan polifenol atau kafeinnya, studi lain tidak menemukan adanya hubungan antara konsumsi kopi dan penurunan berat badan.
Hasil studi menunjukkan bahwa perbedaan hasil tersebut mungkin disebabkan oleh keterbatasan dalam beberapa studi, seperti asupan makanan peserta selama studi berlangsung, serta apakah peserta sudah mengonsumsi kopi atau kafein sebelum mengikuti studi.
Faktor lain yang turut berpengaruh adalah dosis kafein yang diterima peserta, dan berat badan responden penelitian.
Kopi tingkatkan laju metabolisme
Kecepatan tubuh membakar kalori saat beristirahat disebut sebagai laju metabolisme istirahat (resting metabolic rate/RMR). Semakin tinggi laju metabolisme, semakin mudah untuk turun berat badan, serta makin banyak makan tanpa cemas mengalami kenaikan berat badan.
Studi menunjukkan konsumsi kopi dapat meningkatkan metabolisme sebesar 5% hingga 20% dalam waktu sekitar 3 jam.
Poin yang perlu digarisbawahi adalah kopi mungkin dapat membantu penurunan berat badan, namun manfaat positifnya bisa bergantung pada faktor-faktor individu seperti pola makan, tingkat aktivitas, atau respons tubuh terhadap kafein.
Tentu saja, ada banyak alasan bagus lainnya untuk minum kopi, termasuk kandungan antioksidannya yang tinggi. (BS)