Berandasehat.id – Orang yang tinggal di dekat tempat usaha jasa cuci kering (dry cleaning) mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit Parkinson, nenurut sebuah studi nasional baru yang dipimpin oleh para peneliti di Barrow Neurological Institute di Phoenix.

Studi yang diterbitkan di jurnal npj Parkinson’s Disease itu naskah yang belum disunting guna memberikan akses awal terhadap temuan-temuannya. Versi finalnya akan diterbitkan setelah melalui tinjauan editorial lebih lanjut.

Analisis tersebut meneliti data Medicare dari hampir 19 juta lansia di Amerika Serikat. Para peneliti menemukan bahwa orang yang tinggal dalam radius sekitar 500 kaki (152 meter) dari tempat usaha cuci kering memiliki risiko 14% lebih tinggi terkena penyakit Parkinson dibandingkan dengan mereka yang tinggal lebih jauh.

Hubungan ini berangsur menurun seiring bertambahnya jarak; hal ini mengindikasikan bahwa semakin dekat seseorang tinggal dengan tempat usaha cuci kering, semakin kuat pula kaitan antara kedekatan lokasi dan penyakit Parkinson, bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor risiko lainnya.

Usaha jasa cuci kering

“Studi ini menambah bukti yang kian berkembang bahwa paparan lingkungan mungkin memainkan peran penting dalam penyakit Parkinson,” ujar Brad Racette, M.D., kepala departemen neurologi sekaligus wakil presiden senior di Barrow Neurological Institute, yang juga merupakan penulis utama studi tersebut.

“Mengidentifikasi paparan-paparan ini merupakan langkah penting untuk memahami bagaimana kita dapat mengurangi beban penyakit ini di masa depan.”

Zat pelarut dapat bertahan selama bertahun-tahun

Para peneliti menyatakan bahwa temuan ini menambah bukti yang ada mengenai kaitan antara paparan jangka panjang terhadap pelarut terklorinasi, termasuk trikloroetilena (TCE) dan perkloroetilena (PCE), dengan penyakit Parkinson.

Selama beberapa dekade, bahan-bahan kimia ini digunakan oleh usaha cuci kering sebagai agen pembersih ampuh untuk melarutkan lemak dan noda pada pakaian tanpa menggunakan air.

Meskipun penggunaan TCE sebagian besar telah dihentikan di industri cuci kering sejak beberapa dekade lalu, banyak tempat usaha beralih menggunakan PCE, yang dapat terurai menjadi TCE saat berada di bawah tanah.

Akibatnya, kedua bahan kimia tersebut dapat bertahan di dalam tanah dan air tanah yang terkontaminasi selama bertahun-tahun, bahkan setelah tempat usaha cuci kering tersebut ditutup.

Para peneliti menemukan hubungan terkuat pada penderita penyakit Parkinson yang mengalami masalah saat berjalan dan gangguan keseimbangan, sering terjatuh, serta mengalami gangguan kognitif.

Hal ini menunjukkan bahwa paparan lingkungan mungkin tidak hanya memengaruhi kemungkinan seseorang terkena penyakit Parkinson, tetapi juga memengaruhi gejala-gejala yang muncul.

Titik rawan dan pertanyaan yang belum terjawab

Para peneliti juga mengidentifikasi wilayah geografis dengan kaitan terkuat antara tempat tinggal di dekat usaha jasa cuci kering dan penyakit Parkinson, termasuk wilayah tenggara Illinois, perbatasan Tennessee-Kentucky, dan Dallas, Texas.

Penulis studi menduga bahwa perbedaan antarwilayah ini mungkin mencerminkan faktor-faktor seperti riwayat kontaminasi, kondisi geologi setempat, atau infrastruktur yang sudah tua, yang dapat memengaruhi paparan terhadap lingkungan.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami penyebab perbedaan tersebut secara lebih mendalam.

Meskipun studi ini tidak membuktikan bahwa paparan pelarut kimia dari usaha jasa cuci kering menyebabkan penyakit Parkinson, temuan ini menambah bukti yang ada, mengisyaratkan bahwa paparan lingkungan di tempat tinggal mungkin berperan penting dalam penyakit ini, serta menyoroti pentingnya penelitian berkelanjutan dan pemantauan lingkungan. (BS)