Berandasehat.id – Hampir separuh kasus demensia mungkin berkaitan dengan faktor risiko yang berpotensi dapat diubah, termasuk merokok dan tekanan darah tinggi alias hipertensi.

Penelitian terbaru dari Universitas Lund telah mengidentifikasi bagaimana faktor risiko tertentu berhubungan dengan penyakit Alzheimer dan demensia vaskular, dua penyebab utama demensia.

Risiko demensia seseorang sebagian ditentukan oleh faktor-faktor yang tidak dapat diubah, seperti usia, jenis kelamin, dan genetika.

Faktor pengaruh lainnya mungkin dapat diubah, misalnya merokok, penyakit kardiovaskular, kadar lemak darah tinggi, aktivitas fisik, konsumsi alkohol, gangguan pendengaran, dan tekanan darah tinggi.

Demensia bukanlah satu penyakit tunggal. Penyakit ini merupakan kumpulan gejala yang dapat timbul akibat berbagai gangguan berbeda, yang berarti risikonya dapat bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Para peneliti di Universitas Lund mengkaji bagaimana faktor risiko individu berkaitan dengan perubahan otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer dan demensia vaskular.

“Sebagian besar penelitian yang ada mengenai faktor risiko yang dapat kita kendalikan sendiri tidak memperhitungkan perbedaan penyebab demensia. Hal ini berarti pengetahuan kita masih terbatas mengenai bagaimana faktor risiko individu memengaruhi mekanisme penyakit yang mendasarinya di dalam otak,” jelas Sebastian Palmqvist, dosen senior neurologi di Universitas Lund dan dokter senior di Klinik Memori Rumah Sakit Universitas Skåne.

Penelitian melibatkan hampir 500 partisipan dengan usia rata-rata 65 tahun yang tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kognitif.

Para peneliti memantau mereka selama empat tahun dengan mengukur perubahan pada materi putih otak, yaitu serabut saraf yang sering mengalami kerusakan pada kasus demensia vaskular.

Tim peneliti juga memantau kadar amiloid-beta dan tau, dua protein yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana faktor risiko yang dapat diubah maupun yang tidak dapat diubah berhubungan dengan perubahan otak seiring berjalannya waktu.

Sebagian besar faktor yang dapat diubah yang diteliti, termasuk merokok, penyakit kardiovaskular, kadar lemak darah tinggi, dan tekanan darah tinggi, dikaitkan dengan kerusakan pembuluh darah di otak.

Faktor-faktor tersebut juga dikaitkan dengan akumulasi perubahan materi putih yang terjadi lebih cepat. “Kami melihat bahwa sebagian besar faktor risiko yang dapat dimodifikasi, antara lain merokok, penyakit kardiovaskular, kadar lemak darah tinggi, dan tekanan darah tinggi, berkaitan dengan kerusakan pembuluh darah otak serta akumulasi perubahan materi putih yang lebih cepat,” terang Isabelle Glans, mahasiswa doktoral di Universitas Lund dan dokter residen neurologi di Rumah Sakit Universitas Skåne.

“Kerusakan ini mengganggu fungsi pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan otak vaskular, yang pada akhirnya dapat berujung pada demensia vaskular.”

Para peneliti juga mengidentifikasi kemungkinan hubungan antara faktor risiko tertentu dan protein yang terlibat dalam penyakit Alzheimer.

“Diabetes dikaitkan dengan peningkatan akumulasi amiloid-beta, sementara orang dengan IMT (Indeks Massa Tubuh) lebih rendah mengalami akumulasi protein tau yang lebih cepat. Namun, temuan ini perlu diteliti lebih lanjut dan divalidasi dalam studi mendatang,” lanjut Isabelle Glans.

Menerapkan kebiasaan yang lebih sehat dan mengatasi faktor risiko yang dapat dimodifikasi dapat membantu menunda munculnya gejala Alzheimer. Hal ini mungkin sangat penting karena banyak penderita demensia mengalami lebih dari satu jenis proses penyakit di otak, termasuk kerusakan vaskular maupun perubahan yang terkait dengan Alzheimer.

Oleh karena itu, Palmqvist menyatakan bahwa upaya meningkatkan kesehatan vaskular dan metabolik tetap bermanfaat, bahkan bagi orang yang berisiko terkena penyakit Alzheimer.

“Fokus pada faktor risiko vaskular dan metabolik tetap dapat membantu mengurangi dampak gabungan dari berbagai perubahan otak yang terjadi secara bersamaan,” pungkasnya dikutip Science Daily. (BS)