Berandasehat.id – Kanker kolorektal telah menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada kalangan muda, khususnya di bawah 50 tahun. Meskipun skrining rutin umumnya dimulai pada usia 45 tahun bagi orang dewasa dengan risiko rata-rata, tanda-tanda peringatan dapat muncul lebih awal dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis pada usia berapa pun.

Untuk membantu masyarakat mengenali kemungkinan gejala dan berkonsultasi dengan dokter lebih dini, American College of Surgeons (ACS) telah meluncurkan sumber daya edukasi publik gratis serta daftar periksa yang dirancang untuk digunakan sebelum kunjungan ke layanan kesehatan primer.

“Sering kali, ketika pasien berusia lebih muda mencari pengobatan untuk gejala gangguan usus, gejala tersebut kerap dianggap sebagai wasir atau sembelit dan ditangani secara konservatif,” ujar Marylise Boutros, MD, anggota Komite Edukasi Pasien ACS, serta ahli bedah kolorektal dan wakil ketua Penelitian Penyakit Pencernaan di Cleveland Clinic Florida, yang turut mengembangkan materi edukasi baru ACS, dikutip Science Daily.

“Seiring dengan meningkatnya jumlah orang muda yang didiagnosis menderita kanker kolorektal, kesadaran akan tanda dan gejala penyakit yang mungkin tidak terlalu mencolok dapat menyelamatkan nyawa. Materi edukasi dan daftar periksa ACS ini dibuat untuk membantu pasien menyampaikan kekhawatiran mereka secara jelas dan menjaga agar diskusi mengenai kanker kolorektal tetap terarah.”

Menurut American Cancer Society, saat ini sekitar 1 dari 5 kasus kanker kolorektal terjadi pada orang berusia di bawah 54 tahun. Tiga dekade lalu, angka tersebut adalah 11% (sekitar 1 dari 10).

Mewaspadai gejala kanker kolorektal

Tanda-tanda awal kanker kolorektal bisa jadi ringan, samar, atau mudah disalahartikan sebagai masalah pencernaan biasa. Namun, gejala yang baru muncul, menetap, atau tidak biasa sebaiknya tidak diabaikan tanpa pemeriksaan medis.

Daftar periksa ACS menyoroti beberapa kemungkinan tanda peringatan, yakni:

Perubahan kebiasaan buang air besar

Sembelit, diare, tinja yang bentuknya jauh lebih kecil atau sempit dari biasanya, atau perubahan pola buang air besar yang berlangsung lama dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.

Beberapa orang mungkin juga merasa seolah-olah usus belum kosong sepenuhnya setelah buang air besar.

Rasa tertekan atau tidak nyaman pada area rektum juga dapat terjadi. Gejala-gejala ini bisa muncul ketika tumor menyebabkan peradangan atau menyumbat sebagian saluran usus. “Pada pasien yang lebih muda, gejala-gejala ini terkadang bisa disebabkan oleh kondisi bukan kanker,” ujar Paula Denoya, MD, Ketua Negara Bagian Commission on Cancer (CoC) untuk wilayah Eastern Long Island-New York, sekaligus dokter bedah kolorektal di Stony Brook University Hospital, New York.

“Namun, setiap perubahan pada kebiasaan buang air besar yang baru atau tidak seperti biasanya perlu mendapat perhatian medis. Kunjungan pemeriksaan kesehatan tahunan adalah waktu yang tepat untuk menyampaikan kekhawatiran ini.”

Darah berulang pada feses

Adanya darah pada feses/tinja merupakan tanda peringatan penting kanker kolorektal, terutama jika muncul lebih dari satu kali.

Penelitian yang dipresentasikan pada ACS Clinical Congress 2025 mengamati pasien berusia di bawah 50 tahun yang menjalani kolonoskopi karena mengalami gejala tertentu.

Pendarahan rektal ditemukan sebagai alat prediksi terkuat untuk diagnosis kanker kolorektal, yang meningkatkan kemungkinan diagnosis tersebut hingga 8,5 kali lipat.

“Pendarahan adalah gejala kanker kolorektal yang paling umum, namun bisa juga disebabkan oleh penyakit lain,” kata James T. McCormick, Ketua Negara Bagian CoC untuk wilayah Southwestern Pennsylvania, profesor bedah di Drexel College of Medicine, serta ketua Program Kanker Kolorektal di Allegheny Health Network, Pittsburgh, Pennsylvania.

“Seseorang mungkin melihat darah berwarna merah terang pada tisu toilet atau di dalam kloset, atau darah tersebut bisa menyebabkan tinja berwarna merah atau gelap saat bercampur. Setiap kejadian pendarahan berulang, dalam jumlah berapa pun, harus diperiksa; kolonoskopi mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab yang mendasarinya.”

Perubahan warna/tampilan feses

Perubahan pada tampilan tinja dapat memberikan petunjuk tambahan. Tinja berwarna merah terang, gelap atau seperti aspal (hitam pekat), maupun adanya lendir pada tinja dapat dikaitkan dengan pendarahan di bagian mana pun dari saluran pencernaan, usus besar, atau rektum.

Perubahan-perubahan ini tidak selalu berarti adanya kanker, namun harus diperiksa jika kondisi tersebut terus berlanjut atau berulang.

Perubahan kesehatan yang tak dapat dijelaskan

Kanker kolorektal dan kondisi saluran pencernaan lainnya terkadang dapat menimbulkan gejala yang memengaruhi seluruh tubuh.

Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, rasa lelah berkepanjangan, kelemahan, penurunan nafsu makan, mual, atau muntah dapat menjadi indikasi adanya masalah medis yang mendasari dan perlu dikonsultasikan dengan tenaga medis profesional.

Skrining kanker kolorektal

U.S. Preventive Services Task Force merekomendasikan agar orang dewasa dengan risiko rata-rata memulai skrining kanker kolorektal pada usia 45 tahun.

Sebagian orang mungkin perlu memulainya lebih awal. Ini mencakup mereka yang memiliki riwayat keluarga kanker kolorektal serta orang dengan kondisi peradangan usus seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif.

Tersedia beberapa metode skrining kanker kolorektal. Kolonoskopi masih dianggap sebagai standar emas karena memungkinkan dokter untuk mendeteksi kanker sekaligus mengangkat polip pra-kanker dalam satu prosedur yang sama.

“Kanker kolorektal memiliki peluang keberhasilan pengobatan yang tinggi jika ditemukan sejak dini, dan kemajuan dalam teknik bedah terus membuat prosedur pengobatan menjadi lebih minim sayatan (kurang invasif),” ujar Dr. Boutros.

“Saya mendorong pasien untuk bersikap proaktif dan menggunakan daftar periksa tersebut guna memulai diskusi dengan penyedia layanan kesehatan utama mereka mengenai perubahan apa pun pada kebiasaan buang air besar yang mengkhawatirkan.” (BS)