Berandasehat.id – Statin umumnya diresepkan untuk menangani kolesterol tinggi pada lansia dan diketahui dapat mengurangi risiko serangan jantung serta stroke. Namun, hingga saat ini, belum jelas apakah obat tersebut efektif bagi kalangan lanjut usia ini.
Penelitian terbaru dari Monash University yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine dan dipresentasikan secara bersamaan pada Kongres European Society of Cardiology 2026, menemukan bahwa terapi statin menurunkan risiko kejadian kardiovaskular besar yang pertama sebesar 30% pada orang dewasa berusia di atas 70 tahun yang hidup secara mandiri.
Uji coba Statins in Reducing Events in the Elderly (STAREE) merupakan uji coba terkontrol acak pertama mengenai terapi statin yang meneliti apakah obat tersebut dapat membantu kalangan lanjut usia, kelompok yang selama ini sering tidak disertakan dalam uji klinis.
Uji coba penting yang berlangsung selama 10 tahun ini menganalisis luaran kardiovaskular dari hampir 10.000 partisipan saat mereka mengonsumsi statin atau plasebo (sebagai kontrol).
Peneliti utama, Profesor Adjunct Sophia Zoungas dari Monash School of Public Health and Preventive Medicine, menyatakan bahwa temuan ini akan mengubah cara klinisi menangani risiko kardiovaskular pada kalangan lanjut usia.

“Dengan adanya bukti yang begitu kuat ini, kami berharap dapat melihat pembaruan pedoman pengobatan yang membantu klinisi memanfaatkan temuan baru tersebut,” ujar Profesor Zoungas dikutip MedicalXpress.
Prevalensi global penyakit kardiovaskular diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat, dari 600 juta pada tahun 2025 menjadi lebih dari 1 miliar orang dewasa yang terdampak pada tahun 2050.
Diperkirakan 21.000 warga Australia lanjut usia mengalami kejadian kardiovaskular besar, seperti serangan jantung dan stroke, setiap tahunnya.
Risiko tersebut meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga orang yang berusia di atas 70 tahun secara otomatis masuk dalam kategori risiko tinggi, terlepas dari gaya hidup atau faktor-faktor lainnya.
“Risiko serangan jantung dan stroke merupakan kekhawatiran utama bagi kalangan lanjut usia,” kata Profesor Zoungas.
“Mengetahui adanya langkah yang aman dan efektif untuk menurunkan risiko tersebut akan memberikan ketenangan pikiran yang besar bagi para lansia dan keluarga mereka.”
Salah satu penulis studi, Profesor Mark Nelson, guur besar Monash School of Public Health and Preventive Medicine, serta peneliti di Menzies Institute for Medical Research, University of Tasmania, menyatakan bahwa temuan ini merupakan bukti krusial untuk mendukung dokter umum dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan kardiovaskular pada lansia.
“Uji coba ini sangat penting karena dilakukan di tengah masyarakat, dengan melibatkan lebih dari 3.400 dokter umum di seluruh Australia,” ujarnya.
Berbekal bukti baru ini, pasien lanjut usia sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum mereka mengenai apakah penggunaan statin merupakan langkah yang tepat untuk kesehatan kardiovaskular mereka, guna membantu mereka tetap bugar dan sehat. (BS)