Berandasehat.id – Seperti halnya lemak dan karbohidrat, protein dapat memberikan energi bagi tubuh. Namun, itu bukanlah fungsi utamanya. Protein memiliki beberapa peran khusus.

Protein di dalam tubuh terus-menerus diperbaiki dan diganti. Artinya, kita perlu terus mengonsumsi makanan berprotein yang mengandung asam amino esensial agar tubuh dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Protein sangatlah penting saat tubuh sedang dalam masa pertumbuhan atau saat harus bekerja ekstra, misalnya pada masa kanak-kanak, remaja, kehamilan, dan menyusui.

Pakar kesehatan WebMD mengungkap sejumlah manfaat protein bagi tubuh antara lain membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kadar protein yang cukup dalam darah membantu mempertahankan jumlah air yang memadai di dalam darah.

Membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Hal ini sangat penting pada masa pertumbuhan, saat sakit, atau saat sedang dalam masa pemulihan akibat cedera. Asupan protein yang cukup juga penting seiring bertambahnya usia, karena dapat membantu mencegah hilangnya massa tulang dan otot.

Protein juga membantu pembekuan darah. Saat mengalami luka sayat, serat-serat protein akan segera terbentuk untuk menutup luka dan menghentikan pendarahan.

Sumber protein hewani

Tak kalah penting, protein menjaga berfungsinya berbagai sistem tubuh. Hemoglobin dalam darah yang bertugas mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh sebagian besar terdiri dari protein. Insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah, juga merupakan sejenis protein.

Hal lain yang tak oleh dianggap enteng adalah konsumsi protein dalam jumlah yang tepat dapat memberikan manfaat lain, di antaranya membuat kita merasa kenyang, sehingga lebih mudah untuk menurunkan berat badan, serta memperbaiki otot setelah berolahraga.

Kebutuhan protein berdasarkan usia

National Academy of Medicine merekomendasikan orang dewasa untuk mengonsumsi sekitar 0,8 gram protein per hari untuk setiap kilogram berat badan. Angka ini setara dengan sekitar 7 gram protein untuk setiap 20 pon berat badan.

Lembaga ini juga menyarankan asupan yang sedikit lebih tinggi bagi bayi dan anak-anak, mulai dari 1,2 gram per kilogram berat badan untuk bayi hingga 0,85 gram per kilogram untuk remaja.

Catatan: Untuk mengetahui berat badan Anda dalam kilogram, bagilah berat badan dalam satuan pon dengan angka 2,2046. Kemudian, kalikan angka tersebut dengan 0,8 untuk mengetahui berapa gram protein yang dibutuhkan sebagai orang dewasa.

Berdasarkan pedoman tersebut, orang dewasa dengan berat badan 150 pon (sekitar 68 kg) membutuhkan sekitar 54 gram protein per hari.

Seiring bertambahnya usia, mencukupi kebutuhan protein menjadi semakin penting. Hal ini dikarenakan kita kehilangan massa otot secara alami—proses yang dimulai saat kita berusia 30-an dan semakin cepat pada setiap dekade berikutnya. Hilangnya massa dan kekuatan otot ini disebut sarkopenia. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko tubuh menjadi lemah, risiko jatuh, serta patah tulang, sekaligus menyulitkan lansia untuk hidup mandiri.

Mengonsumsi cukup protein adalah salah satu cara untuk memperlambat hilangnya massa otot. Asupan protein yang cukup juga dapat menjaga tulang tetap kuat. Banyak ahli kesehatan lansia menyarankan agar orang yang berusia di atas 65 tahun menargetkan batas atas dari anjuran asupan protein harian; artinya, kita memperoleh hingga 35% kalori harian dari protein.

Kebutuhan protein di masa kehamilan dan menyusui

Selama kehamilan, ibu butuh tambahan protein untuk mendukung berbagai perubahan dalam tubuh serta membantu pertumbuhan bayi. Protein sangatlah penting setelah sepertiga masa awal kehamilan, yaitu saat pertumbuhan bayi paling pesat dan tubuh ibu bekerja ekstra keras.

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 8 wanita hamil di Amerika Serikat tidak mendapatkan cukup protein selama dua pertiga masa akhir kehamilan. Ibu menyusui perlu terus mengonsumsi kalori dan protein tambahan untuk menjaga kesehatan diri sendiri serta memberikan nutrisi bagi bayi. (BS)