Berandasehat.id – Epidemi Ebola yang terjadi saat ini di Republik Demokratik Kongo telah menewaskan 3.639 orang dari 7.541 kasus yang terkonfirmasi, menurut angka terbaru dari pihak berwenang negara tersebut. Itu adalah tingkat kematian sebesar 48,3%.

Petugas kesehatan di beberapa bagian Republik Demokratik Kongo yang terkena dampak parah wabah Ebola yang mematikan meluncurkan program uji vaksinasi  untuk melihat apakah vaksin yang dirancang untuk jenis virus yang berbeda terbukti efektif dalam kasus ini, Sabtu (19/9) waktu setempat.

Operasi tersebut, yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan Dokter Tanpa Batas (MSF), akan melibatkan 20.000 petugas kesehatan garis depan yang menerima vaksin Ervebo di provinsi Ituri dan Kivu Utara dalam sebuah penelitian yang berlangsung hingga satu tahun.

Penyakit Ebola disebabkan oleh jenis virus Bundibugyo, yang saat ini belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui.

Vaksin yang diluncurkan akhir pekan ini dikembangkan untuk digunakan melawan strain Zaire, dan penelitian ini akan menentukan seberapa efektif vaksin tersebut melawan galur Bundibugyo.

“Kami tidak tahu sejauh mana obat ini efektif melawan jenis Bundibugyo,” kata Steve Ahuka, seorang pejabat Kongo yang merupakan bagian dari satuan tugas kesehatan melawan wabah Ebola dikutip AFP.

“Ini mungkin menawarkan perlindungan silang pada tingkat tertentu terhadap virus Bundibugyo,” kata Nana Mimbu, koordinator penelitian MSF.

Meskipun para pejabat WHO telah menyebutkan adanya tanda-tanda yang menggembirakan bahwa penularan mungkin melambat, MSF pada  Jumat (18/9) memperingatkan bahwa tidak ada bukti jelas bahwa epidemi ini dapat dikendalikan.

Para ahli WHO mengatakan bahwa data awal mengenai vaksin Ervebo, terutama dari uji coba pada hewan, menunjukkan bahwa vaksin tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap wabah yang sedang terjadi saat ini.

Badan kesehatan PBB mengatakan bulan lalu bahwa 70.000 dosis vaksin, yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Merck dan diproduksi di Jerman, akan dikirim ke Republik Demokratik Kongo.

Jurnalis AFP melaporkan etugas kesehatan di Bunia, kota utama provinsi Ituri, menerima vaksinasi. (BS)