Berandasehat.id – Mungkin belum banyak yang tahu bahwa natrium, komponen dalam garam, merupakan penyebab masalah kesehatan yang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sedang berupaya mempermudah konsumen untuk mengonsumsi makanan dengan kadar natrium yang lebih rendah.

Karena lebih dari 70% natrium yang dikonsumsi warga AS berasal dari makanan olahan dan hidangan restoran, FDA bekerja sama erat dengan industri makanan untuk menurunkan kadar natrium secara bertahap pada berbagai jenis makanan.

Sementara itu, konsumen juga dapat mencari cara untuk mengurangi asupan natrium. Batas anjuran konsumsi natrium adalah 2.300 miligram (mg) per hari bagi orang berusia 14 tahun ke atas.

Sayangnya, rata-rata orang Amerika mengonsumsi sekitar 3.400 mg natrium setiap hari. Angka ini lebih dari 50% di atas batas anjuran, sebagaimana dicatat oleh FDA dalam sebuah siaran pers.

Mengonsumsi terlalu banyak garam dapat memicu tekanan darah tinggi, penyebab utama penyakit jantung dan stroke, dan 90 persen orang Amerika mengonsumsi natrium melebihi jumlah yang dianjurkan.

Meskipun hampir lima dari 10 orang Amerika menderita tekanan darah tinggi, angka tersebut mencapai hampir enam dari 10 orang dewasa berkulit hitam.

Bahkan anak-anak dan remaja pun mengonsumsi terlalu banyak natrium. FDA menambahkan bahwa bukti menunjukkan anak-anak yang mengonsumsi makanan dengan kadar natrium tinggi cenderung membawa kebiasaan makan yang kurang sehat tersebut hingga mereka dewasa.

Langkah penting yang dapat dilakukan untuk mengurangi asupan natrium dalam pola makan sebagai berikut:

* Kurangi konsumsi makanan tinggi natrium, seperti roti lapis (sandwich) berisi daging olahan (deli meat), piza, burrito, dan taco. Ingatlah, penting untuk membatasi asupan natrium baik saat makan di rumah maupun saat makan di luar. Jika memesan makanan di restoran, mintalah informasi nilai gizi dan pilihlah menu dengan kadar natrium lebih rendah.

* Bandingkan produk. Sebelum membeli, bandingkan kandungan natriumnya. Contoh, data yang dikumpulkan oleh FDA menunjukkan bahwa kandungan natrium dalam roti bisa bervariasi, mulai dari 200 mg hingga lebih dari 700 mg per 100 gram roti.

* Usahakan agar asupan natrium tetap berada di bawah Nilai Harian yang dianjurkan. Nilai Harian (DV) untuk natrium merupakan batas asupan harian yang disarankan. Sebagai panduan umum: kandungan natrium sebesar 5% DV atau kurang per sajian dianggap rendah, sedangkan 20% DV atau lebih per sajian dianggap tinggi.

* Perkaya cita rasa masakan dengan mencoba campuran bumbu tanpa garam serta berbagai rempah dan bumbu dapur sebagai pengganti garam, demikian dirangkum dari Healthday. (BS)