Berandasehat.id – Katarak masih menjadi kontributor utama angka kebutaan. Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 600-650 ribu kasus kebutaan akibat penyakit ini sepanjang 2025.
Katarak tercatat menjadi penyebab utama kebutaan pada penduduk usia di atas 50 tahun, dengan proporsi 81,2%.
Ditilik dari angka global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan katarak memengaruhi lebih dari 94 juta orang, sementara hampir separuh orang dengan kebutaan terkait katarak masih membutuhkan akses operasi.
Di Indonesia, kebutuhan terhadap layanan kesehatan mata juga meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia, yang mencapai 11,97% pada 2025.
Dari sisi medis, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics penanganan katarak menjadi hal penting untuk memperbaiki kualitas hidup penderita. .
“Katarak dapat berdampak besar pada kemandirian seseorang karena penglihatan sangat menentukan aktivitas sehari-hari. Karena itu, akses terhadap penanganan yang tepat perlu semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Bertepatan dengan World Sight Day 2026, Gerakan Matahati bersama JEC Eye Hospitals and Clinics, Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dan Lions Club Indonesia memulai rangkaian operasi katarak.
Sebagai bagian dari peringatan 101 tahun Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati, sebanyak 101 pasien akan menjalani operasi katarak di jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics sepanjang Oktober hingga Desember 2026.
Program ini dilaksanakan sebagai satu rangkaian nasional di jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics. Seluruh penerima manfaat menjalani alur pelayanan yang terkoordinasi, mulai dari penjaringan, skrining dan tindakan operasi, hingga pemantauan pascaoperasi.
Alokasi awal mencakup 101 pasien di 16 lokasi jaringan JEC, yaitu JEC @ Menteng, JEC @ Kedoya, JEC Primasana @ Tanjung Priok, JEC @ Cibubur, JEC @ Tambora, JEC @ Cinere, JEC @ Bekasi, JEC @ Tangerang, JEC JAVA @ Kediri, JEC JAVA @ Surabaya, JEC JAVA @ Pasuruan, JEC CANDI @ Semarang, JEC ANWARI @ Purwokerto, JEC BALI @ Denpasar, JEC ORBITA @ Kendari, dan JEC ORBITA @ Makassar.
Dengan cakupan tersebut, program menjangkau masyarakat di Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.
Program ini turut mendukung target Gerakan Matahati untuk menghadirkan 1.010 operasi katarak gratis bagi masyarakat hingga akhir tahun.
Perluasan akses melalui jaringan layanan tersebut berjalan beriringan dengan peran Gerakan Matahati dalam menghimpun dukungan sosial secara berkelanjutan.
Ketua pelaksana Matahati, Wandi S. Brata, mengatakan perjalanan Matahati menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas pihak dapat terus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sejak 2008, Matahati menghimpun dukungan berbagai pihak untuk membuka akses operasi katarak bagi masyarakat yang membutuhkan” ujarnya.
Hingga kini, Matahati telah membantu memfasilitasi 27.500 operasi katarak tanpa biaya. Program ini melanjutkan perjalanan tersebut sekaligus menjadi penghormatan atas 101 tahun Pandji Wisaksana.
“Bagi kami, semangat yang beliau rintis akan terus berarti selama dapat diteruskan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Wandi.
Sejak awal, Matahati menghimpun dukungan mitra, donatur, dan tenaga medis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan mendapatkan akses penanganan gangguan penglihatan.
Rangkaian operasi katarak bagi 101 pasien ini menargetkan seluruh rangkaian pelayanan selesai pada Desember 2026. (BS)