Berandasehat.id – Susu yang tidak dipasteurisasi, keju, dan produk olahan susu mentah lainnya tidak aman untuk dikonsumsi, terutama bagi anak-anak serta ibu hamil atau menyusui.

Untuk itu, American Academy of Pediatrics (AAP), kembali menyerukan pelarangan penjualan dan distribusi susu mentah serta produk olahan susu mentah—termasuk keju mentah—karena produk-produk tersebut meningkatkan risiko infeksi yang mengancam jiwa.

Klaim bahwa susu mentah memberikan manfaat kesehatan yang lebih unggul tidak didukung oleh bukti ilmiah.

Pernyataan berjudul ‘Consumption of Unpasteurized (Raw) Milk and Milk Products by Pregnant People and Children’ diterbitkan dalam jurnal Pediatrics. Pernyataan kebijakan yang disusun oleh Komite Penyakit Menular dan Komite Nutrisi dipresentasikan pada5 Oktober dalam acara AAP 2026 National Conference & Exhibition di San Diego.

Panduan terbaru ini juga menyoroti bukti terkini yang menunjukkan bahwa H5N1—atau virus influenza unggas yang sangat patogen—dapat menjadi risiko baru yang berpotensi serius terkait susu mentah.

Penelitian mengindikasikan bahwa virus tersebut dapat menular dari sapi perah yang terinfeksi ke dalam susu; di dalam susu, virus dapat mencapai konsentrasi tinggi dan tetap terdeteksi pada susu mentah yang disimpan di lemari pendingin hingga lima minggu.

“Hampir separuh kasus penyakit akibat konsumsi produk susu mentah terjadi pada orang berusia di bawah 20 tahun—dan sebagian besar kasus tersebut dialami oleh anak-anak di bawah usia 5 tahun,” ujar Adam J. Ratner, M.D., MPH, FAAP, selaku penulis utama.

“Penyakit-penyakit ini bisa menjadi parah dan menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa. Pasteurisasi—proses pemanasan dan pendinginan susu yang aman dan efektif sebelum dikonsumsi, yang telah digunakan selama lebih dari satu abad—secara drastis mengurangi risiko tanpa menghilangkan nilai gizi yang dibutuhkan oleh keluarga.”

Pernyataan kebijakan yang dibuat oleh AAP disusun oleh para ahli medis, mencerminkan bukti terkini di bidang terkait, serta melalui beberapa tahap penelaahan sejawat sebelum disetujui oleh Dewan Direksi AAP dan diterbitkan dalam jurnal Pediatrics.

Pernyataan kebijakan ini memperbarui panduan yang terakhir diberikan pada tahun 2014 dan ditegaskan kembali pada tahun 2025.

Meskipun risiko kesehatannya telah terdokumentasi dengan baik, penjualan dan distribusi produk susu mentah tetap legal di setidaknya 27 negara bagian.

Susu mentah adalah susu yang diperoleh dari sapi, kambing, atau domba yang belum melalui proses pasteurisasi—yaitu proses pemanasan susu untuk membasmi bakteri berbahaya dan patogen lainnya.

Selama wabah pada ternak perah di AS tahun 2024, virus H5N1 yang sangat menular terdeteksi pada hampir seperempat sampel susu mentah di wilayah yang terdampak.

Meskipun hingga saat ini belum ada kasus infeksi H5N1 pada manusia yang terkonfirmasi akibat konsumsi susu mentah, hal ini tetap menjadi ancaman nyata yang muncul.

Susu yang tidak dipasteurisasi telah lama diketahui sebagai sumber patogen berbahaya, termasuk Listeria, E. coli, Salmonella, Campylobacter, dan Brucella.

Infeksi-infeksi ini dapat menyebabkan rawat inap, penyakit yang mengancam jiwa, keguguran, hingga kematian, terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Ibu hamil menghadapi risiko yang sangat tinggi terhadap infeksi yang ditularkan melalui makanan. Sebagai contoh, kejadian listeriosis diperkirakan 12 hingga 14 kali lebih tinggi selama masa kehamilan dibandingkan pada populasi umum.

Infeksi ini dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, kelahiran prematur, atau penyakit parah pada bayi baru lahir.

“Orang tua mungkin memilih susu mentah karena mereka mendengar bahwa susu tersebut lebih sehat atau lebih alami, namun bukti ilmiah menunjukkan hal yang berbeda,” ujar Mark R. Corkins, M.D., FAAP, salah satu penulis pernyataan kebijakan tersebut.

Dia menambahkan, produk susu pasteurisasi menyediakan nutrisi penting yang sama tanpa memaparkan anak-anak dan keluarga pada risiko infeksi yang dapat dicegah akibat bakteri dan virus berbahaya. “Bagi bayi, anak-anak, dan ibu hamil, produk susu pasteurisasi jelas merupakan pilihan yang paling aman,” tandas Corkins. (BS)