Berandasehat.id – Risiko kesehatan masyarakat akibat kabut asap karhutla cenderung meningkat. Kementerian Kesehatan menyebut ancaman terbesar dari asap karhutla (kebakaran hutan dan lahan) adalah paparan partikel halus mikroskopis (PM2,5) dan polutan berbahaya yang dapat menembus sistem pernapasan dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

ISPA berisiko terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat asma dan penyakit paru.

OMRON Healthcare Indonesia mendonasikan 100 unit NE-C810 melalui platform donasi Kitabisa. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ancaman kabut asap imbas karhutla di Kalimantan.

“Di tengah krisis kabut asap ini, tantangannya bukan sekadar paparan udara yang sudah tercemar. Bagi masyarakat yang telah memiliki gangguan pernapasan, kondisi ini dapat memperberat gejala dan meningkatkan kebutuhan akan layanan kesehatan,” ujar Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia.

Melalui inisiatif ini, OMRON berupaya mendukung fasilitas kesehatan di wilayah terdampak agar dapat memberikan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya dalam menghadapi risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap.

Dampak dari krisis ini tercermin dari melonjaknya kasus ISPA di sejumlah wilayah terdampak. Data Kemenkes mengungkap kasus ISPA di Kalimantan Barat menembus 165.747 kasus sejak 1 Januari hingga awal Agustus 2026.

Sementara itu, Kalimantan Selatan melaporkan 18.423 kasus dan Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 3.000 kasus dalam kurun 10 – 16 Agustus 2026.

Bantuan perangkat terapi pernapasan ini akan didistribusikan ke tiga wilayah terdampak, yaitu Pontianak (Kalimantan Barat), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), dan Banjarbaru (Kalimantan Selatan).

Dari 100 unit OMRON Nebulizer NE-C810 yang didonasikan, sebanyak 40 unit akan disalurkan ke Pontianak, Kalimantan Barat; sementara Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masing-masing akan menerima 30 unit.

Manfaat nebulizer

Nebulizer membantu mengubah obat cair menjadi aerosol berukuran sangat kecil yang dapat dihirup melalui pernapasan.

Penggunaan nebulizer merupakan salah satu pilihan terapi inhalasi sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan untuk membantu penanganan berbagai kondisi pernapasan, termasuk asma dan gangguan pernapasan lainnya.

Sebagai salah satu perangkat terapi inhalasi, OMRON NE-C810 merupakan compressor nebulizer yang dapat digunakan dengan masker atau corong mulut.

Perangkat ini dilengkapi teknologi Virtual Valve Technology (V.V.T.) yang membantu mengurangi pemborosan obat dan mendukung terapi inhalasi yang efisien.

Dengan desain portabel dan higienis serta tingkat kebisingan yang rendah, NE-C810 praktis digunakan di rumah maupun saat bepergian. ini memi

Perangkat ini punya bobot 190 gram dan menghasilkan partikel aerosol berukuran rata-rata 4,4 µm (MMAD) dengan laju nebulisasi sekitar 0,35 ml/menit.

Tingkat kebisingan hanya 53 dB, NE-C810 mendukung kenyamanan selama terapi, termasuk bagi anak-anak. (BS)