Berandasehat.id – Lemak perut menjadi hal yang meresahkan karena dampaknya meluas di sekitar organ dalam. Beragam vara dilakukan untuk mengenyahkan lemak perut alias lemak visceral yang membungkus organ internal. Satu hal yang perlu diingat, tidak ada ‘makanan super’ yang dapat membakar lemak visceral.
Kita juga tidak bisa menghilangkan lemak visceral hanya dengan melakukan gerakan tertentu, seperti crunch (latihan otot perut). Sebaliknya, cobalah untuk memperbaiki pola makan dan tingkatkan aktivitas fisik setiap hari.
Lantas apa lagi yang bisa dilakukan untuk mengeliminasi lemak visceral agar tak kembali? Berikut sejumlah langkah yang bisa jalankan dirangkum dari laman WebMD:
Konsumsi sayuran hijau
Sayuran hijau, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan polong-polongan sangat baik untuk mencegah penumpukan lemak di dalam rongga perut. Lemak visceral ini jenis lemak yang paling berbahaya karena dapat menyelimuti organ-organ vital, termasuk hati, pankreas, dan ginjal.
Stop merokok
Jika butuh alasan lain untuk berhenti merokok, ketahuilah bahwa kebiasaan ini membuat tubuh lebih cenderung menyimpan lemak di area perut, alih-alih di pinggul atau paha. Tentu saja, ini imbas yang tidak baik. Selain itu, merokok juga menjadi penyebab diabetes, kanker, penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan sebagainya.
Jangan andalkan ukuran baju
Ukuran pakaian bisa berbeda-beda antar merek; ukuran 14 di satu merek mungkin setara dengan ukuran 12 di merek lain. Cara yang lebih akurat adalah dengan mengukur lingkar pinggang. Untuk wanita, sebaiknya lingkar pinggang tidak lebih dari 35 inci (sekitar 89 cm), sedangkan untuk pria, batasnya adalah 40 inci (sekitar 102 cm). Mengapa demikian? Karena dengan menjaga ukuran ini, kita dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung, stroke, dan jenis kanker tertentu.
Meskipun pita pengukur tidak dapat mengukur lemak visceral secara langsung, alat ini bersama dengan timbangan dapat membantu memantau penurunan berat badan.

Latihan beban dan kekuatan
Pertimbangkan untuk melakukan latihan beban di pusat kebugaran. Dalam sebuah studi, pria paruh baya yang sehat yang melakukan latihan beban selama 20 menit setiap hari mengalami penumpukan lemak perut yang lebih sedikit dibandingkan pria yang menghabiskan waktu yang sama untuk latihan aerobik, seperti bersepeda.
Latihan kekuatan juga bermanfaat bagi wanita, dan tidak akan membuat tubuh menjadi terlalu berotot atau kekar. Disarankan tetap perlu melakukan latihan kardio, namun pastikan untuk menyertakan latihan kekuatan dalam rutinitas olahraga.
Pilih air putih ketimbang minuman manis
Baik itu latte, minuman bersoda, bir, maupun anggur, semuanya mengandung kalori. Jika sedang berusaha menurunkan berat badan, air putih (atau mengonsumsi minuman favorit dalam porsi yang lebih kecil) mungkin menjadi pilihan yang lebih baik.
Kelola stres
Stres dapat mendorong kita lebih banyak mengonsumsi lemak dan gula, serta memicu pelepasan hormon stres yang disebut kortisol, yang dapat meningkatkan penumpukan lemak di perut. Stres juga bisa membuat waktu tidur berkurang, frekuensi olahraga menurun, dan konsumsi alkohol meningkat, semua ini dapat menambah lemak perut.
Oleh karena itu, ada baiknya untuk mulai mencoba meditasi, berolahraga, mendengarkan musik kesukaan, atau mencari cara sehat lainnya untuk melepas penat dan bersantai.
Sedot lemak bukan solusi
Sayangnya, operasi kosmetik bukanlah solusinya. Pasalnya prosedur sedot lemak tidak menjangkau bagian dalam dinding perut, sehingga tidak dapat menghilangkan lemak visceral. Begitu pula dengan diet ekstrem; kemungkinan besar kita tidak akan mampu menjalaninya dalam jangka panjang. Pilihan yang lebih lambat namun konsisten—yakni perubahan gaya hidup yang bisa dijalani untuk waktu lama—adalah langkah terbaik.
Tidur cukup, tidak kurang tidak lebih
Terkait kenaikan berat badan, durasi tidur yang ideal ibarat takaran yang pas: tidur terlalu singkat (kurang dari 5 jam) dapat memicu penumpukan lemak perut, begitu pula jika tidur terlalu lama (lebih dari 8 jam). Durasi yang dianggap pas adalah sekitar 6–8 jam. Jika saat ini waktu tidur kurang atau sering merasa gelisah saat tidur, cobalah untuk tidur lebih awal, bersantai sebelum beranjak ke tempat tidur, jaga suhu kamar agar tetap sejuk, serta hindari mengirim pesan atau surel tepat sebelum tidur.
Batasi asupan lemak jenuh
Lemak tetap boleh dikonsumsi, namun batasi asupan lemak jenuh yang terdapat dalam produk hewani, minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan produk susu penuh lemak. Kurangi porsi makanan-makanan tersebut dibandingkan dengan jumlah yang biasanya dikonsumsi. Periksalah label informasi nilai gizi untuk mengetahui jumlah kalori dan kandungan lemak dalam satu porsi. Pilihlah jenis lemak yang lebih baik bagi tubuh, seperti lemak yang berasal dari makanan nabati atau ikan, contohnya salmon, tuna, dan makarel, yang kaya lemak omega 3. (BS)