Berandasehat.id – Niacin menjadi bahan populer karena sejumlah khasiat yang sudah dikenal. Golongan vitamin B ini dapat meningkatkan kadar lipoprotein densitas tinggi – juga disebut kolesterol HDL atau dikenal dengan istilah ‘kolesterol baik’ serta menurunkan trigliserida.
Niacin telah lama digunakan untuk menurunkan trigliserida dan meningkatkan lipoprotein densitas tinggi/HDL. Kolesterol baik itu membantu menghilangkan lipoprotein densitas rendah/LDl yang dikenal sebagai ‘kolesterol jahat’ dari aliran darah.
Tapi niacin bukan untuk semua orang. Orang yang mengonsumsi bahan ini selain obat kolesterol biasa hanya merasakan sedikit manfaat tambahan. Dan niacin dapat menyebabkan efek samping yang tidak nyaman dan terkadang berbahaya, menurut laporan Mayo Clinic.
Niacin, juga disebut asam nikotinat, adalah vitamin B yang digunakan oleh tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi. Niacin juga membantu menjaga kesehatan sistem saraf, sistem pencernaan, dan kulit. Itu sebabnya komponen ini sering kali dimasukkan dalam multivitamin harian, meskipun kebanyakan orang mendapatkan cukup niasin dari makanan yang mereka makan.
Ketika digunakan sebagai pengobatan untuk meningkatkan jumlah kolesterol atau memperbaiki kekurangan vitamin, niacin dijual dalam dosis lebih tinggi yang tersedia dengan resep dokter.
Niacin juga tersedia sebagai suplemen yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Suplemen ini tidak diatur seperti obat resep. Karenanya, bahan, formulasi, dan efek suplemen niacin bisa sangat bervariasi.
Dampak niacin terhadap kolesterol
Trigliserida dan kolesterol adalah berbagai jenis lemak, juga disebut lipid, yang ditemukan di dalam darah. Bersama-sama, keduanya membentuk kadar kolesterol total darah yang memengaruhi kesehatan jantung.
Niacin dapat menurunkan trigliserida sebesar 25% dan meningkatkan kolesterol HDL lebih dari 30%.
Kadar trigliserida di atas 150 miligram per desiliter (mg/dL) atau 1,7 milimol per liter (mmol/L) telah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Risiko penyakit jantung juga meningkat pada pria yang memiliki kadar kolesterol HDL di bawah 40 mg/dL (1,0 mmol/L) dan pada wanita yang memiliki kadar kolesterol HDL di bawah 50 mg/dL (1,3 mmol/L).
Saat ini terdapat perdebatan mengenai peran pasti kolesterol HDL dalam tubuh dan perkembangan penyakit jantung. Namun kolesterol HDL secara umum dianggap mengambil kelebihan kolesterol jahat dalam darah dan membawanya ke hati untuk dibuang, itulah sebabnya kolesterol HDL dijuluki sebagai kolesterol baik.
Bicarakan dengan dokter sebelum mengonsumsi niacin karena dapat menyebabkan efek samping yang serius dalam dosis tinggi.
Meskipun niasin mampu menurunkan trigliserida dan meningkatkan kolesterol HDL, penelitian menunjukkan bahwa terapi niasin tidak berhubungan dengan penurunan angka kematian, serangan jantung, atau stroke pada kebanyakan orang.
Niacin dosis tinggi yang tersedia dengan resep dapat menyebabkan kemerahan kulit yang parah disertai pusing, detak jantung cepat, gatal, sakit perut, muntah dan mencret, asam urat, kerusakan hati, hingga kencing manis.
Perubahan gaya hidup bermanfaat dalam meningkatkan kolesterol HDL dan menurunkan trigliserida. Untuk memperbaiki angka kolesterol biasakan konsumsi makanan sehat, olahraga teratur, hindari konsumsi lemak trans/minyak terhidrogenasi parsial, batasi asupan karbohidrat olahan termasuk gula, serta stop merokok. (BS)