Berandasehat.id – Vaksin COVID-19 resmi yang digunakan di Amerika Serikat dan Eropa menawarkan perlindungan terhadap empat varian utama virus corona yang diketahui ada, kata seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

“Semua varian virus COVID-19 yang telah muncul sejauh ini menanggapi vaksin yang disetujui dan telah digunakan,” kata Direktur Regional Eropa WHO, Hans Kluge, dalam temu media, baru-baru ini.

Kluge mengatakan varian B.1.617 yang sekarang menewaskan ribuan orang setiap hari di India, tempat pertama kali terdeteksi, telah menjadi perhatian khusus. Varian tersebut telah menyebar ke enam wilayah WHO dan telah terdeteksi di 26 dari 53 negara di kawasan Eropa. Kebanyakan kasus terkait dengan perjalanan internasional,.

“Varian India mampu menyebar dengan cepat dan menggusur varian B.1.1.7 yang menjadi garis keturunan dominan di Eropa,” ujar Kluge.

Kluge menekankan bahwa meski banyak orang yang belum divaksinasi, semua varian dapat dikontrol dengan tindakan kesehatan dan keselamatan masyarakat, seperti pemakaian masker dan menjaga  jarak.

“Untuk saat ini, kami dapat mengatakan bahwa keempat varian tersebut memang merespons vaksin yang tersedia, hingga saat ini,” ujarnya. “Tapi cara terbaik untuk melawan [penyebaran] adalah dengan mempercepat peluncuran vaksinasi.”

Varian lainnya adalah yang pertama kali terdeteksi di Brazil (P.1) dan Afrika Selatan (B.1.351).

Kluge mengatakan program vaksinasi menurunkan angka COVID di wilayah Eropa, dengan jumlah kasus menurun 60% dalam sebulan. Tapi dia memperingatkan agar tidak lengah. “Kemajuan ini rapuh. Kita pernah berada di posisi ini sebelumnya. Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan tahun lalu yang mengakibatkan COVID-19 bangkit kembali, ”ujarnya.

Kluge menekankan negara-negara harus menghilangkan atau memikirkan kembali perjalanan internasional. Tetapi Uni Eropa dan Inggris baru-baru ini melonggarkan pedoman untuk perjalanan internasional. “Vaksin mungkin merupakan cahaya di ujung terowongan, tapi kita tidak boleh dibutakan oleh cahaya itu,” tandasnya dilaporkan HealthDay. (BS)