Varian Virus Corona Lambda Terdeteksi di 29 Negara, Apakah Lebih Meresahkan Dibanding Delta?

Berandasehat.id – Virus corona tampaknya terus bermutasi dari wujud aslinya. Laporan terkini menyebut, varian virus corona baru yang telah menginfeksi ribuan orang di Amerika Selatan kini telah ditemukan di Inggris.

Diklasifikasikan sebagai “Variant of Interest” oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 17 Juni, varian Lambda, demikian hasil mutasi itu dinamai, telah terdeteksi di 29 negara — tujuh di antaranya di Amerika Latin. Di Peru, tempat pertama kali diidentifikasi, varian Lambda sekarang menyumbang 82% dari infeksi baru.

Kini, 6 kasus varian COVID-19 Lambda telah ditemukan di Inggris, semuanya terkait dengan perjalanan ke luar negeri. Public Health England (PHE) mengatakan bahwa varian Lambda telah ditetapkan sebagai varian yang sedang diselidiki (VUI) karena peningkatan kasus internasional dan beberapa mutasi penting.

Ahli virologi Pablo Tsukayama dan timnya di Universitas Cayetano Heredia Lima telah melacak evolusi varian lambda di Peru selama berbulan-bulan setelah mengidentifikasinya melalui pengujian genom. “Dengan 187.000 kematian dan tingkat kematian tertinggi di dunia, kami adalah negara yang paling berjuang dalam menghadapi virus corona,” kata Tsukayama kepada DW News. “Oleh karena itu, mungkin tidak mengherankan jika varian baru ini diluncurkan di sini.”

Alfa (B.1.1.7), Beta (B.1.351), Delta (B.1.617.2) dan Gamma (P.1) dikategorikan sebagai “Variant of Concern” oleh WHO. Klasifikasi menunjukkan bahwa varian itu lebih menular dan lebih sulit untuk diobati. “Sejauh ini kami tidak melihat indikasi bahwa varian Lambda lebih agresif,” kata ahli virologi WHO Jairo Mendez-Rico. “Ada kemungkinan bahwa itu menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi, tetapi kami belum memiliki cukup data yang dapat diandalkan untuk membandingkannya dengan Gamma atau Delta.”

PHE mengatakan tes sedang berlangsung dan saat ini tidak ada bukti varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah atau membuat vaksin kurang efektif.

Sebanyak 514 orang dirawat di rumah sakit di Inggris dengan Covid-19 dalam seminggu hingga 21 Juni. Dari jumlah tersebut, 304 tidak divaksinasi. Angka terpisah yang diterbitkan oleh Kantor Statistik Nasional menunjukkan ada 153.000 kematian yang terdaftar di Inggris di mana Covid-19 disebutkan pada sertifikat kematian, demikian dilaporkan WebMD. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s