Jaga Organ Kewanitaan, Lakukan Senam Kegel dengan Benar dan Terukur

Berandasehat.id – Masalah kesehatan perempuan bisa terjadi di berbagai tingkatan usia. Sayangnya banyak perempuan enggan membahas perihal ini karena masih dianggap sebagai hal tabu. Padahal sejak balita, perempuan telah dihadapkan dengan beragam masalah dan risiko kesehatan organ reproduksi.

“Masalah itu antara lain perlekatan maupun tertutupnya bibir kemaluan di usia balita. Menginjak masa remaja, perempuan juga sering mengeluhkan rasa nyeri selama haid dan keputihan berulang. Keluhan-keluhan tersebut berlanjut hingga memasuki masa kehamilan sampai masa menopause,” ujar Dr. Alfa P. Meutia, SpOG(K), dokter spesialis uroginekologi di RSU Bunda Jakarta dalam temu media terbatas, Selasa (10/8).

Masalah kesehatan reproduksi juga bisa terjadi di masa kehamilan. “Misalnya, wanita hamil sering merasa kesulitan dalam mengontrol frekuensi buang air kecil. Bersin sedikit bisa mengompol. Hal serupa juga bisa terjadi pada perempuan lansia yang perlu menggunakan popok dalam kegiatan sehari-harinya karena tak bisa mengontrol buang air kecil,” beber Alfa.

Menurut Alfa, dibutuhkan beragam penanganan terkini untuk masalah kesehatan reproduksi pada berbagai tingkatan usia. “Solusinya macam-macam, bisa mulai dari intervensi perilaku, latihan otot, hingga pembedahan,” tutur Alfa.

Cara menjaga kesehatan organ kewanitaan yang paling sederhana, kata Alfa, adalah dengan melakukannya secara mandiri di rumah adalah dengan melakukan senam Kegel untuk melatih otot dasar panggul. “Untuk mencapai hasil optimal, senam atau latihan Kegel ini harus dilakukan terukur.  Lakukan setidaknya 45 latihan kegel setiap hari selama tiga bulan untuk mendapatkan hasil terbaik,” saran Alfa.

Sesi 45 kali latihan Kegel itu bisa dibagi dalam beberapa sesi setiap hari. “Tidak harus sekaligus 45 dalam satu sesi, namun bisa dicicil beberapa kali dalam sehari. Terpenting harus disiplin dan dilakukan dengan cara benar,” imbuh Alfa.

Cara melakukan latihan atau senam Kegel ini cukup mudah, yaitu:

1. Identifikasi otot panggul bawah dengan cara menghentikan keluarnya urin saat buang air kecil. Otot yang menahan air seni itulah yang disebut otot panggul bawah.

2. Bila sudah dapat merasakan otot panggul, kencangkan otot dan tahan selama 5 detik, kemudian lemaskan otot kembali. Saat mengencangkan otot, tetaplah bernapas dengan santai dan hindari mengencangkan otot perut, paha, dan bokong.

3. Jika sudah terbiasa, Anda bisa meningkatkan durasi hingga 5–10 detik. Usahakan atur napas dan lakukan dalam keadaan rileks. 

4. Ulangi setidaknya 3 kali sehari untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam setiap sesinya, usahakan untuk melakukan 3 set dengan 10 hingga 15 kali repetisi.

Alfa juga menyarankan agar perempuan untuk berkemih secara rutin untuk melatih kandung kemih agar tidak penuh serta melakukan penurunan berat badan yang ideal. 

Obesitas bisa menjadi faktor risiko terjadinya kesulitan menahan buang air kecil, yang dalam istilah medis disebut OAB (overactive bladde), yaitu masalah pada fungsi penyimpanan kandung kemih yang menyebabkan keinginan untuk buang air kecil secara tiba-tiba. 

Desakan untuk buang air kecil akibat OAB sering kali sulit ditahan, bahkan dapat menyebabkan keluarnya urin secara tidak sengaja atau inkontinensia.

Berat badan yang berlebih dapat menekan kandung kemih sehingga mengakibatkan kandung kemih overaktif dan inkontinensia urin. Sebisa mungkin, pertahankan berat badan yang sehat dan kurangi berat badan berlebih bila mengalami obesitas. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s