Khasiat Vaksin Covid-19 Pfizer Turun Lebih Cepat Dibanding AstraZeneca

Berandasehat.id – Studi terbaru menyebut bahwa efektivitas vaksin Pfizer-BioNTech terhadap COVID-19 menurun lebih cepat daripada vaksin AstraZeneca.

FILE PHOTO: Vials with a sticker reading, “COVID-19 / Coronavirus vaccine / Injection only” and a medical syringe are seen in front of a displayed AstraZeneca logo in this illustration taken October 31, 2020. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

“Dua dosis Pfizer-BioNTech memiliki efektivitas awal yang lebih besar terhadap infeksi COVID-19 baru, tetapi khasiat vaksin ini menurun lebih cepat dibandingkan dengan dua dosis Oxford-AstraZeneca,” kata para peneliti di Universitas Oxford dalam keterangannya, Kamis (19/8).

Studi yang belum ditinjau sejawat didasarkan pada hasil survei Kantor Statistik Nasional Inggris yang melakukan tes PCR dari Desember tahun lalu hingga bulan ini pada rumah tangga yang dipilih secara acak.

Ditemukan bahwa dinamika kekebalan setelah dosis kedua berbeda secara signifikan antara Pfizer dan AstraZeneca, menurut Departemen Kedokteran Universitas Nuffield.

Pfizer memiliki khasiat awal yang lebih besar tetapi memiliki penurunan perlindungan yang lebih cepat terhadap beban virus yang tinggi dan infeksi simtomatik, ketika melihat periode beberapa bulan setelah vaksinasi penuh, meskipun tingkat tetap rendah untuk kedua suntikan.

“Hasil menunjukkan bahwa setelah empat hingga lima bulan, efektivitas kedua vaksin ini akan serupa,” tambah para ilmuwan, sambil menekankan bahwa efek jangka panjang perlu dipelajari.

Temuan penelitian ini muncul saat Israel memberikan suntikan penguat (booster), setelah memberikan 58 persen populasi dua suntikan vaksin Pfizer.

Amerika Serikat juga akan menawarkan vaksin penguat untuk meningkatkan tingkat antibodi menyusul kekhawatiran atas penurunan efektivitas vaksin Pfizer dan Moderna.

Penelitian Oxford juga menemukan bahwa perlindungan vaksin bekerja lebih tinggi di antara mereka yang sudah terinfeksi virus corona.

Studi ini meneliti dua kelompok lebih dari 300.000 orang berusia di atas 18 tahun, pertama selama periode yang didominasi oleh varian Alpha, yang muncul di Kent, Inggris tenggara, dan kedua dari Mei 2021 dan seterusnya, ketika varian Delta menjadi dominan.

Studi ini menegaskan bahwa vaksin kurang efektif terhadap Delta, yang pertama kali terlihat di India. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s