Kombinasi Vaksin Covid-19 dari Merek Berbeda, Apa Efek Sampingnya?

Berandasehat.id – Kian masifnya penularan varian Delta memaksa sejumlah negara putar otak melakukan vaksinasi massal untuk warganya, termasuk menggunakan vaksin kombinasi.

Di Norwegia misalnya, warga negara itu ditawari vaksin dari produsen obat Moderna untuk dosis kedua mereka, meskipun mereka menerima vaksin dari BioNTech/Pfizer untuk dosis pertama.

Penggabungan vaksin diyakini memberikan perlindungan serupa dan tidak membawa risiko efek samping serius yang lebih besar dibandingkan mendapat kedua vaksin dari produsen yang sama.

“Kita tahu bahwa kedua vaksin mRNA efektif, juga melawan varian Delta, dan bahwa vaksin dari Moderna tampaknya memiliki efek vaksin yang setidaknya sama baiknya dengan vaksin BioNTech/Pfizer,” ujar Geir Bukholm, Direktur Divisi Pengendalian Infeksi dan Asisten Direktur Jenderal di NIPH dikutip oleh MedicalXpress.

Vaksinasi adalah alat terpenting yang kita miliki untuk memerangi wabah ini dan NIPH merekomendasikan agar semua orang mengatakan ya ketika mereka ditawari vaksin, terlepas dari vaksin mRNA mana yang ditawarkan,” imbuhnya.

Vaksin dari Moderna dan BioNTech/Pfizer didasarkan pada teknologi yang sama dan melindungi terhadap bagian yang sama dari virus corona yang disebut protein lonjakan. 

Setelah dosis pertama vaksin mRNA, tubuh telah belajar mengenali protein ini. Ketika dosis kedua vaksin mRNA diberikan, perlindungan yang diberikan oleh dosis pertama ditingkatkan. Ini terjadi terlepas dari mana dari dua vaksin mRNA yang diberikan dan mana yang diberikan lebih dulu.

“Hal yang sama terjadi ketika Anda terkena infeksi coronavirus dan hanya membutuhkan satu dosis vaksin, karena sistem kekebalan juga mengenali protein lonjakan. Ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan bereaksi dengan baik, meskipun dirangsang dengan dua cara yang berbeda,” jelas Bukholm.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) merekomendasikan untuk menggabungkan vaksin virus corona yang berbeda ketika jenis vaksin yang sama tidak tersedia. Negara-negara seperti Kanada dan Inggris, juga Norwegia, juga menggabungkan vaksin virus corona yang berbeda.

“Menggabungkan dua vaksin yang berbeda telah terbukti tidak memiliki jenis efek samping selain yang terlihat ketika menggunakan dua dosis vaksin yang sama,” beber Bukholm.

“Rekomendasi kami untuk semua orang untuk menerima vaksin yang mereka tawarkan didasarkan pada beberapa jenis penilaian, serta pengalaman dari negara-negara di mana ini dipraktikkan,” lanjutnya.

Belum ada hasil dari penelitian yang menguji kombinasi vaksin mRNA, tetapi penelitian tentang kombinasi vaksin vektor virus (seperti vaksin AstraZeneca) dengan vaksin mRNA telah memberikan hasil yang baik.

“Kemungkinan besar hal yang sama akan berlaku untuk kombinasi vaksin mRNA, dan kami tidak memiliki pengetahuan untuk menunjukkan masalah dengan kombinasi semacam itu,” tandasnya. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s