Berandasehat.id – Guna melindungi ibu hamil dan bayinya dari infeksi COVID-19, Kementerian Kesehatan memastikan untuk memberikan vaksin COVID-19 kepada ibu hamil.

Alasannya, sejumlah riset menunjukkan ibu hamil yang menderita COVID-19 lebih berisiko untuk melahirkan secara prematur. Selain itu, riset sejauh ini juga menyebut bahwa ibu hamil yang terinfeksi virus corona lebih berisiko mengalami gejala COVID-19 yang parah dan perlu menjalani perawatan di unit perawatan intensif (ICU).

Upaya pemberian vaksinasi COVID-19 dengan sasaran ibu hamil juga telah direkomendasikan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI). Hal ditetapkan melalui Surat Edaran No. HK.02.01/I/ 2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-Bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining Dalam Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19.

Aturan tersebut menjelaskan bahwa vaksinasi bagi ibu hamil masuk dalam kriteria khusus. Oleh karenanya, proses skining/penapisan terhadap status kesehatan sasaran sebelum dilakukan pemberian vaksinasi dilakukan lebih detail dibandingkan sasaran lain. 

Vaksinasi hanya bisa diberikan pada ibu hamil yang usia kandungannya sudah 13 minggu dan berada di trisemester kedua kehamilan. Jika memiliki penyakit penyerta dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut, maka vaksin dapat diberikan.

Untuk memfasilitasi vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil, Hallobumil berkolaborasi dengan RSIA Bunda serta Morula untuk melakukan program vaksinasi bagi kelompok rentan ini, demikian disampaikan Head of Hallobumil Mia Argianti.

“Kerja sama ini juga diharapkan dapat mempermudah para calon ibu yang merencanakan program kehamilan. Para ibu yang ingin memulai program kehamilan dapat lebih terlindungi kesehatannya dengan terlebih dahulu mendapatkan vaksinasi COVID-19,” tutur Mia dalam webinar yang dihelat Kamis (14/10).

Di kesempatan yang sama, Marketing Communication Manager RSIA Bunda Jakarta, Raisa Gabriela Hutagalung mengatakan RSIA Bunda Jakarta merupakan rumah sakit yang berkomitmen untuk memiliki zona hijau yang bebas COVID-19 untuk melindungi ibu hamil dan menjadikan kesehatan ibu dan bayi sebagai prioritas dalam pelayanan kesehatan.

“Vaksin COVID-19 bagi ibu hamil dan menyusui merupakan salah satu vaksin yang penting untuk dapat melindungi populasi ini dari COVID-19. Dengan vaksin ini diharapkan bukan hanya ibu yang terlindungi tetapi juga janin di dalam kandungan,” ujar Raisa seraya menambahkan dengan vaksin COVID-19 juga diharapkan agar kematian dan penyakit berat karena COVID-19 pada ibu hamil, janin, dan ibu menyusui dapat dicegah.

Marketing Communication Manager Morula, Sri Puspita, sepakat bahwa vaksinasi COVID-19 dapat mengurangi kekhawatiran ibu akan gangguan kesehatan selama menjalani program kehamilan.

Inisiatif antara Hallobumil, RSIA Bunda Jakarta, dan Morula yang juga didukung oleh Aqua, Dettol, Blackmores, dan Zwitsal ini diharapkan dapat menjadi solusi yang menjawab kebutuhan ibu hamil dan menyusui di tengah suasana pandemi saat ini.

Kolaborasi unit pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui dari berbagai media ini diharapkan dapat memperkuat pilar pencegahan dan penanganan COVID-19 di Indonesia, terutama untuk ibu hamil dan menyusui. (BS)