Berandasehat.id – Data uji klinis mengungkap bahwa dapagliflozin—penghambat cotransporter 2 natrium-glukosa yang diresepkan untuk mengobati diabetes—mengurangi tingkat penurunan fungsi ginjal pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (CKD). 

Temuan ini dipresentasikan pada ASN Kidney Week 2021 4 November–7 November.

Percobaan DAPA-CKD mengacak 4.304 peserta dengan masalah penyakit ginjal kronis yang minum dapagliflozin 10 mg atau plasebo sekali sehari, ditambahkan ke perawatan standar.

Meskipun peserta tanpa diabetes juga mengalami tingkat penurunan fungsi ginjal yang lebih lambat dengan dapagliflozin, efek dapagliflozin lebih besar pada mereka dengan diabetes.

“Kesimpulan kuncinya adalah bahwa dapagliflozin adalah pengobatan yang efektif untuk memperlambat hilangnya fungsi ginjal progresif pada pasien dengan penyakit ginjal kronis dengan dan tanpa diabetes tipe 2,” kata penulis utama Hiddo Lambers Heerspink, Ph.D., PharmD, dari University Medical Center Groningen. 

“Oleh karena itu, selain mengurangi risiko gagal jantung atau kematian, seperti yang ditunjukkan sebelumnya dalam uji coba DAPA-CKD, dapagliflozin juga memperlambat progresi penurunan fungsi ginjal,” imbuhnya dilaporkan MedicalXpress. (BS)