Berandasehat.id – Denmark telah mengalami lonjakan yang disebut “mengkhawatirkan” menjadi 183 kasus yang dikonfirmasi dari varian Omicron COVID-19, demikian disampaikan pejabat terkait, Minggu (5/12).

Jumlah tersebut mewakili tiga kali lipat kasus yang dikonfirmasi dalam 48 jam, dari 18 yang dikonfirmasi dan 42 kasus yang dicurigai pada hari Jumat, menurut data dari lembaga kesehatan masyarakat SSI.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) sebelumnya hanya menghitung 182 kasus di seluruh Uni Eropa, ditambah Norwegia dan Islandia.

Ilustrasi varian coronavirus (dok.istimewa)

Denmark adalah salah satu negara paling maju di Eropa dalam pengurutan (sequencing) varian virus corona. Sering kali negara itu mendeteksi lebih banyak kasus lebih cepat daripada tetangganya — yang tidak selalu menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi.

Kepala SSI mengatakan peningkatan kasus Omicron tetap mengkhawatirkan, seraya menambahkan bahwa kini ada rantai infeksi di mana varian ditemukan pada orang yang belum bepergian ke luar negeri atau melakukan kontak dengan pelancong.

Kemarin ECDC juga mengatakan Omicron telah dilaporkan di 17 negara di wilayahnya. “Sebagian besar kasus yang dikonfirmasi memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara di Afrika, dengan beberapa (orang) mengambil penerbangan lanjutan di lokasi lain antara Afrika dan Eropa,” kata ECDC di situs webnya sebelum pengumuman Denmark.

Namun demikian, beberapa negara UE/EEA (Belgia, Jerman, Spanyol) mendeteksi kasus tanpa hubungan epidemiologis ke daerah di mana transmisi komunitas varian Omicron didokumentasikan atau diduga, imbuh lembaga itu.

“Ini menunjukkan bahwa penularan komunitas yang tidak terdeteksi dapat berlangsung di negara-negara ini,” tandas ECDC. (BS)