Berandasehat.id – Inggris mengumumkan rekor jumlah kasus virus baru yang didorong oleh melejitnya penularan varian Omicron, Jumat (24/12/2021).

Pemerintah UK melaporkan 122.186 kasus baru dalam 24 jam terakhir, lebih dari 2.000 lebih tinggi dari hari sebelumnya. Inggris adalah salah satu negara yang paling terpukul di Eropa dengan jumlah kematian akibat virus corona mencapai 147.857.

Negara itu melaporkan jumlah kasus melonjak 48 persen selama 7 hari terakhir, dibandingkan dengan minggu sebelumnya, sementara angka rawat inap dan kematian meningkat jauh lebih sedikit.

Ilustrasi virus corona (dok. istimewa)

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengatakan data sejauh ini menunjukkan risiko dirawat di rumah sakit dengan infeksi Omicron 70 persen lebih rendah dibandingkan dengan varian Delta yang sebelumnya dominan.

Namun, badan pemerintah memperingatkan bahwa hasil itu sangat awal dan sangat tidak pasti karena didasarkan pada sampel kecil kasus rawat inap sejauh ini.

Kepala eksekutif UKHSA Jenny Harries mengatakan kepada BBC Radio 4 bahwa data menawarkan ‘secercah harapan Natal’ tetapi pihaknya mengaku belum jelas kapan bisa menurunkan ancaman serius itu.

Pemerintah Inggris tidak akan memperbarui angka kasus virusnya lagi hingga 27 Desember karena hari libur nasional.