Berandasehat.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan penyebaran varian Omicron disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor termasuk susunan varian COVID-19 dan peningkatan mobilitas masyarakat.

Pimpinan Teknis WHO untuk COVID-19, Maria Van Kerkhove, mengatakan bahwa orang-orang perlu berpikir untuk mengurangi paparan terhadap virus dan mengendalikan penularannya. Hal ini karena Omicron ditularkan dengan sangat efisien di antara orang-orang karena sejumlah alasan.

“Pertama, mutasinya membuat virus lebih mudah menempel pada sel manusia. Kedua, terjadi pelarian imun. Dan ini berarti bahwa orang dapat terinfeksi kembali, apakah reinfeksi (pernah terpapar COVID-19) atau telah mendapatkan vaksinasi,” ujar Van Kerkhove.

Ilustrasi virus corona (dok. istimewa)

“Alasan lainnya adalah kita melihat replikasi Omicron di saluran pernapasan bagian atas. Dan itu berbeda dari Delta dan varian lainnya, termasuk galur leluhur yang direplikasi di saluran pernapasan bagian bawah, di paru,” imbuhnya.

Selain faktor-faktor ini, imbuh Van Kerkhove, penyebaran virus juga didorong oleh konteks orang-orang yang lebih banyak bergerak, menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan dan tidak mematuhi protokol kesehatan (terutama memakai masker dan menjaga jarak).

Tak kurang dari 9,5 juta kasus COVID-19 baru dilaporkan ke WHO minggu lalu—sebuah rekor, naik 71 persen pada minggu sebelumnya.

“Bagi masyarakat umum di luar sana, yang perlu dikhawatirkan hanyalah mengurangi paparan virus,” kata Van Kerkhove. “Kami ingin orang-orang memahami dan merasa diberdayakan bahwa mereka memiliki kendali atas infeksi.”

Tak lupa Van Kerkhove mengingatkan, menghindari berkembangnya gejala Long COVID yang sedang berlangsung bisa menjadi alasan yang cukup untuk mencoba mencegah terinfeksi penyakit ini sejak awal, demikian dilaporkan MedicalXpress. (BS)