Berandasehat.id – Divonis kanker merupakan hal tidak mudah dan butuh perawatan jangka panjang yang bukan hanya menguras biaya, namun juga emosi. Penderita kanker merasakan serangkaian emosi, mulai dari marah, putus asa, hingga depresi, yang juga dapat mempengaruhi nafsu makan. 

“Padahal, salah satu kunci sukses terapi adalah pasien itu memiliki kesiapan nutrisi yang baik. Sebab, pada saat terjadi malnutrisi, terapi menjadi terhambat karena tubuh pasien tidak dapat menerima paparan terapi yang diberikan. “Bahkan, terapi harus dihentikan,” terang Medical General Manager PT Kalbe Farma Tbk, dr. Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi, AIFO-K dalam temu media virtual dengan topik ‘Beyond Physical: Mental and Emotional Impact’. 

Dedy menambahkan, apabila kondisi gizi buruk, tubuh pasien tidak dapat menahan efek samping yang terjadi. Selain itu, malnutrisi meningkatkan komplikasi lain, misalnya infeksi, yang berisiko menurunkan kualitas hidup pasien atau lama rawat menjadi lebih panjang dan biaya perawatan lebih mahal.

Ilustrasi pasien kanker (dok. istimewa)

Salah satu penyebab terjadinya malnutrisi pada pasien kanker berdasarkan jenis kankernya. Pasien kanker nasofaring dan kanker saluran cerna memiliki risiko tinggi mengalami malnutrisi. Selain itu, semakin tinggi stadium kanker, maka risiko malnutrisinya juga semakin besar.

Dampak dari sitokin juga berpengaruh terhadap malnutrisi. Sebab, sitokin secara umum menyebabkan tubuh pasien kanker membutuhkan kebutuhan makan yang lebih banyak, tapi di sisi lain turut menghambat nafsu makan.

Selanjutnya, faktor kemoterapi dan radioterapi. Terapi tersebut dapat menimbulkan gejala ikutan seperti mual, muntah, dan sariawan. Gangguan psikologis juga dapat membuat pasien takut untuk mengonsumsi makanan. Padahal, pasien kanker membutuhkan banyak asupan kalori dan protein. 

“Pilihlah jenis makanan yang memiliki densitas energi (kalori) yang besar. Artinya, makan sedikit tapi bobot kalori dan proteinnya besar. Sehingga pasien tidak terbebani saat makan. Jadi sebagai keluarga, kita harus memilih makanan yang kecil tapi mengandung kalori dan protein tinggi itu apa saja,” terang Dedy.

Data International Agency for Research on Cancer di Globocan 2020 menyebut terdapat 19,3 juta kasus kanker di dunia dan 9,9 juta kasus pasien kanker meninggal setiap tahunnya. 

PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui Kalbe Ethical Customer Care (KECC) bekerjasama dengan Indonesia Cancer Care Community (ICCC), menyelenggarakan serangkaian kegiatan World Cancer Day. Tujuannya, memberikan dukungan kepada pasien dan survivor kanker, termasuk deteksi dini, konsultasi kesehatan, serta self healing mandiri untuk pasien kanker dan pendamping.

“Kalbe melakukan rangkaian kegiatan yang melibatkan 29 rumah sakit cancer center, baik swasta maupun pemerintah di 19 kota besar di Indonesia. Juga menghadirkan layanan ekosistem One Onco, yang memberikan solusi komprehensif bagi kebutuhan pejuang kanker di Indonesia, termasuk deteksi dini, konsultasi online, serta nutrisi untuk pejuang kanker,” imbuh Marketing Deputy Director One Onco Kalbe Farma, dr. Selvinna, M.Biomed. (BS)