Berandasehat.id – Kebutaan akibat penyakit katarak di Bali terbilang tinggi. Berdasar Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI (InfoDATIN) “Situasi Gangguan Penglihatan’ (2018) menunjukkan persentase kebutaan karena katarak di Bali mencapai 78,0%, atau lebih tinggi dari rata-rata nasional yakni 77,7%.

Sedihnya, sekira 26,8% pasien katarak di Bali tidak sadar bahwa mereka menderita gangguan penglihatan – bahkan mereka juga tidak tahu bahwa katarak bisa disembuhkan.

Menjawab masalah ini, JEC Eye Hospitals & Clinics resmi membuka Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar. “Hadirnya JEC–Bali @ Denpasar semakin mendekatkan masyarakat Bali ke sentra kesehatan mata terdepan yang diperkuat 15 dokter spesialis mata, serta layanan dan fasilitas modern berteknologi mutakhir,” terang Kepala Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar, Dr. Luh Putu Intan Kartika Chandra Dewi, M.Biomed, SpM dalam temu media daring, Selasa (22/2/2022).

Ilustrasi masa katarak (dok. istimewa)

Luh Putu Intan menambahkan, sentra kesehatan mata terbaru ini menargetkan 10.000 kunjungan pasien sepanjang 2022.

Terdiri atas gedung dua lantai berluas 320 meter persegi, JEC-Bali @ Denpasar memudahkan berbagai kalangan untuk mengakses layanan kesehatan mata berstandar internasional tanpa perlu keluar Bali. Tak hanya bagi masyarakat Bali, tetapi juga para pengunjung/wisatawan baik domestik maupun mancanegara, serta mereka yang tinggal di kawasan Indonesia Timur bagian selatan.

Di masa pandemi, Luh Putu Intan memastikan layanan di Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar menerapkan protokol kesehatan COVID-19, termasuk skrining melalui aplikasi PeduliLindungi, pemeriksaan suhu kepada seluruh individu yang datang (jajaran dokter, tim medis, karyawan, serta pasien dan keluarga pengantarnya). Jugapeningkatan frekuensi pembersihan fasilitas gedung secara lebih intensif, juga penyediaan cairan hand sanitizer dan masker.

Bahkan, di ruang periksa, JEC juga menambahkan shield pembatas antara dokter dengan pasien guna menambah proteksi.

Dari segi layanan, sebagai bagian dari jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics, Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar menawarkan penanganan gangguan penglihatan secara komprehensif, mulai dari katarak dan bedah refraktif, glaukoma hingga low vision.

Kesempatan sama, dr. Cokorda Istri Dewiyani P., Sp.M(K) selaku Direktur PT JEC Bali Vision, menyampaikan bukan hanya kekuatan sumber daya manusia yang mumpuni, JEC-Bali @ Denpasar juga menghadirkan teknologi kesehatan mata yang komprehensif dan mutakhir. “Serta tentu saja didukung jejaring kuat JEC Eye Hospitals & Clinics di dalam negeri maupun global. Harapan kami, JEC-Bali @ Denpasar turut berperan menguatkan posisi Bali sebagai tujuan wisata dunia yang tidak cuma memiliki keindahan alam dan budaya saja. Namun, juga sebagai destinasi yang semakin nyaman karena didukung sarana kesehatan mata berkualitas dan tepercaya,” terangnya.

Perlu diketahui, Klinik Mata Utama JEC-Bali @ Denpasar dioperasikan sesuai standardisasi kualitas layanan kesehatan mata yang mengacu pada ASEAN Association of Eye Hospital (AAEH) dan World Association of Eye Hospital (WAEH).

JEC-Bali @ Denpasar juga dilengkapi solusi berbasis teknologi, berupa layanan tele-oftalmologi JEC @ Cloud yang memungkinkan pasien untuk berkonsultasi secara online; tanpa perlu datang dan bertatap muka langsung dengan dokter ahli mata.

Rangkaian grand opening Klinik Utama Mata JEC-Bali @ Denpasar telah dimulai dengan pelaksanaan kegiatan pemeriksaan mata, pemberian kacamata dan tindakan operasi katarak secara gratis. Secara keseluruhan, bakti sosial yang berlangsung pada 13-16 Februari 2022 melibatkan lebih dari 200 penerima dari kalangan yang membutuhkan. (BS)