Berandasehat.id – Apa yang kita makan mempengaruhi triliunan bakteri, jamur, virus, dan kuman lain yang hidup di saluran pencernaan yang disebut sebagai mikrobioma usus. Beberapa dari banyak peran mikroba ini di dalam tubuh termasuk mengubah cara fungsi sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Para ilmuwan tahu bahwa pilihan diet tertentu seperti makanan fermentasi, yogurt, dan buah-buahan dan sayuran non-tepung membantu menciptakan campuran organisme yang sehat di usus.

Tetapi satu hal tentang mikrobioma usus tetap menjadi misteri: Berapa banyak mikroorganisme penambah kekebalan yang benar-benar dimakan orang dengan semua makanan yang mereka konsumsi?

Produk makanan fermentasi (dok. istimewa)

Untuk mengetahui hal ini, para peneliti memperkirakan jumlah mikroorganisme per gram di lebih dari 9.000 makanan. Makanan dengan tingkat mikroba tertinggi termasuk bahan yang dikenal untuk mempromosikan mikrobioma yang sehat, seperti yogurt, acar, dan kimchi. Makanan dengan tingkat mikroba sedang termasuk berbagai macam buah-buahan dan sayuran mentah.

Kemudian, untuk melihat berapa banyak orang yang makan makanan yang mengandung mikroorganisme, para ilmuwan melihat data diet terperinci yang dikumpulkan dari tahun 2001 hingga 2018 untuk hampir 75.000 orang dewasa dan anak-anak.

Secara keseluruhan, 26% orang dewasa dan 20% anak-anak mengonsumsi makanan dengan tingkat mikroorganisme yang tinggi, para peneliti melaporkan dalam The Journal of Nutrition.

“Ketika memikirkan mikroba dalam makanan, kita sering memikirkan patogen bawaan makanan yang menyebabkan penyakit atau probiotik yang memberikan manfaat kesehatan yang terdokumentasi,” rekan penulis studi Colin Hill, PhD, dari APC Microbiome Ireland di University College Cork.

Hill menambahkan, penting juga untuk mengeksplorasi mikroba yang kita konsumsi dalam makanan yang difermentasi dan tidak dimasak.

“Ini sangat tepat untuk memperkirakan asupan harian mikroba oleh individu dalam masyarakat modern sebagai langkah pertama menuju evaluasi ilmiah tentang pentingnya mikroba makanan dalam kesehatan dan kesejahteraan manusia,” ujar Hill dikutip dari laman WebMD. (BS)