Berandasehat.id – Spanyol melaporkan kematian kedua dalam beberapa hari akibat monkeypox/ cacar monyet. Ini diyakini sebagai kematian pertama yang dikonfirmasi dari penyakit ini di Eropa sejak penyebarannya baru-baru ini di luar Afrika.

Kementerian yang berbasis di Madrid mengatakan korban kedua yang tewas adalah pria muda. Spanyol melaporkan kematian pertamanya pada Jumat (29/7/2022) silam, hari yang sama ketika Brazil juga melaporkan kematian pertamanya akibat cacar monyet.

Wabah cacar monyet global telah memicu lebih dari 22.000 kasus monkeypox di hampir 80 negara sejak Mei. Ada 75 dugaan kematian di Afrika, sebagian besar di Nigeria dan Kongo, di mana bentuk cacar monyet yang lebih mematikan menyebar daripada di Barat.

Ilustrasi monkeypox (dok. istimewa)

Di AS dan Eropa, sebagian besar infeksi cacar monyet terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan pria, meskipun pejabat kesehatan telah menekankan bahwa siapa pun dapat tertular virus itu.

Kematian di luar Afrika terjadi satu minggu setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

“Pemberitahuan kematian akibat cacar monyet tidak mengubah penilaian kami tentang wabah di Eropa. Kami tahu bahwa meskipun penyakit ini sembuh sendiri dalam banyak kasus, cacar monyet dapat menyebabkan komplikasi parah,” kata Catherine Smallwood, Pejabat Darurat Senior di WHO Eropa dilaporkan AP.

“Dengan penyebaran cacar monyet yang terus berlanjut di Eropa, kami memperkirakan akan melihat lebih banyak kematian. Tujuan kami adalah memutus penularan dengan cepat di Eropa dan menghentikan wabah ini,” katanya.

Pada Jumat lalu, Kementerian Kesehatan Spanyol melaporkan 4.298 orang terinfeksi virus, menjadikannya negara Eropa dengan kasus terbanyak untuk cacar monyet. Dari jumlah itu, sekitar 3.500 kasus adalah laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki lain. Hanya 64 yang perempuan.

Kementerian mengatakan 120 membutuhkan perawatan rumah sakit. Smallwood mengatakan sekitar 8% kasus cacar monyet di Eropa memerlukan rawat inap.

Monkeypox telah menjadi endemi di beberapa bagian Afrika selama beberapa dekade. 

Otoritas kesehatan Spanyol mengelola 5.300 vaksin yang diterima Spanyol dari skema pembelian vaksin bersama Uni Eropa. Petugas kesehatan mengatakan vaksin itu jauh lebih sedikit daripada jumlah yang dibutuhkan untuk menutupi kelompok berisiko.

Tetapi ketergesaan untuk membeli vaksin terbatas oleh negara-negara Barat yang lebih kaya membuat Afrika dalam potensi ‘ditinggalkan’.

Cacar monyet menyebar terutama melalui kontak kulit ke kulit, tetapi juga dapat ditularkan melalui seprai yang digunakan oleh seseorang dengan infeksi monkeypox. Gejala penyakit mencakup demam, nyeri tubuh, kedinginan, kelelahan, dan gatal-gatal. Penyakit ini relatif ringan pada banyak pria. Tetapi orang bisa menularkan virus selama berminggu-minggu, dan lesi/lukanya bisa sangat menyakitkan. (BS)