Berandasehat.id – Indonesia memiliki keragaman etnis paling tinggi di dunia (Badan Pusat Statistik, 2010) membuatnya dapat mengoptimalkan kelebihan ilmu genomik untuk peningkatan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

“Indonesia memiliki keistimewaan dengan memiliki keanekaragaman hayati dan genomik yang tinggi.  Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang luas dan menguntungkan untuk mengembangkan dan memperluas inisiatif biogenomik,” ujar Ketua Umum Asosiasi Genomik Indonesia (AGI) DR. dr. Ivan R. Sini, GDRM MMIS FRANZCOG SpOG dalam temu media di Jakarta, Jumat (16/12/2022).

Teknologi genomik manusia dianggap penting dan memiliki manfaat potensi yang luas pada pelayanan kesehatan karena dapat mendeteksi penyakit sejak dini untuk penyakit mematikan seperti kanker, stroke, jantung dan ginjal.

Lebih lanjut Ivan Sini menjelaskan, dengan mengetahui pola genomik pada pasien, proses pemeriksaan, perawatan dan pengobatan dilakukan dengan spesifik, sehingga lebih efisien dan efektif, biayanya juga lebih murah. 

Ilmu genomik dalam perkembangannya juga memungkinkan untuk mempelajari keanekaragaman gen dari suatu populasi tanaman dan organisme lainnya. “Dengan keanekaragaman hayati di Indonesia yang melimpah, penerapan ilmu genomik yang tepat dapat mengungkapkan kekayaan genetik biodiversitas di Indonesia,” beber pakar bayi tabung ini.

Kesempatan sama Prof. dr. Herawati Sudoyo, M.S, Ph.D., selaku Ketua Pengawas Asosiasi Genomik Indonesia, juga salah satu inisiator AGI menyampaikan ilmu genomik dapat diterapkan untuk memprediksi penyakit diabetes. “Sebagai penyakit kedua terbanyak setelah kanker, penyakit diabetes tidak hanya disebabkan oleh satu gen saja, karena banyak penyertanya,” terangnya.

Prof Hera menyebut, ada diabetes disertai kebutaan, diabetes disertai kelumpuhan, diabetes disertai gagal ginjal, dan ada pula diabetes disertai neuropati.” Itu gennya tidak sama. Masing-masing ada bagian sub tipe gennya dan kita cari. Itu kita teliti. Jadi dengan ilmu genomik kita bisa berikan gambaran ini lho gen sub tipe diabetes kebutaan, diabetes gagal ginjal, dan lainnya,” bebernya.

Disampaikan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt, M.Pharm, MARS, teknologi genomik manusia dianggap penting dan memiliki manfaat potensi yang luas pada pelayanan kesehatan karena dapat mendeteksi penyakit mematikan sejak dini.

Dengan kata lain, ilmu genomik menjadi arah perkembangan kedokteran presisi yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas upaya preventif melalui diagnosis dan kuratif. Terapi presisi memiliki potensi memberikan perawatan yang dipersonalisasi kepada setiap pasien untuk membawa perubahan signifikan bagi pasien dan profesional kesehatan.

Tak dimungkiri, perkembangan ilmu pengetahuan isudah menuju ke kedokteran presisi. Dibandingkan pedoman klinis, kedokteran presisi itu baik dari mulai penemuan kasus penyakit, kemudian pengobatannya lebih tepat.

Meski memiliki manfaat yang besar, sayangnya perkembangan Ilmu genomik masih minim diketahui oleh masyarakat Indonesia. Genomik merupakan studi tentang seluruh genome dari suatu organisme. Ilmu genomik memiliki fokus terhadap gen-gen yang dimiliki oleh makhluk hidup, baik itu tumbuhan, hewan maupun manusia dan juga epigenetik. 

Ketua Asosiasi Genomiik Indonesia DR dr Ivan Sini (tengah)bersama Prof Herawati Sudoyo (kiri) dan Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Dr dra Lucia Rizka Andalucia

Diinisiasi oleh DR. dr. Ivan R. Sini, SpOG, Prof Hera Sudoyo, Adrian Lembong, drg. Adittya, MARS, Levana Sari, dan dr. Ariel Pradipta, Ph.D, Perkumpulan Asosiasi Genomik Indonesia dibentuk pada 11 Agustus 2022, dan mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM 8 September 2022. Penyelenggaraan MUNAS pertama dilaksanakan 16 Desember 2022 di Jakarta. 

Asosiasi Genomik Indonesia (AGI) bertujuan untuk mendorong pengembangan dan penerapan ilmu genomik sebaik mungkin. Melalui kolaborasi dan komunikasi dengan berbagai institusi, asosiasi bermaksud untuk dapat membagikan dasar ilmu praktik terbaik dalam ilmu genomik. “Kegiatan perkumpulan asosiasi akan membantu mempercepat penggunaan teknologi ilmu genomik di bidang hayati secara luas dan dapat dirasakan oleh seluruh kalangan masyarakat Indonesia,” tutur Ivan Sini.

Dalam hal ini, Ivan Sini mengatakan Asosiasi Genomik Indonesia akan memberikan dukungan kepada pemerintah terhadap berbagai kebijakan terhadap berbagai standar kerja ilmiah dan industri yang dapat membantu pengembangan ilmu genomik. “Dengan koordinasi yang baik, Asosiasi Genomik Indonesia akan menjadi jembatan para anggotanya untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka pengembangan penelitian dan terapan ilmu genomik sesuai dengan peraturan yang berlaku,” terangnya.

AGI saat ini  telah memiliki 10 organisasi yang tergabung serta lebih dari 30 anggota yang berkomitmen untuk mendorong pengembangan dan penerapan ilmu genomik dengan sebaik mungkin.

“Kami berharap Perkumpulan Asosiasi Genomik Indonesia ini dapat membantu mempercepat teknologi genomik dan memastikan kemajuan di bidang genomik dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkas Ivan Sini. (BS)

Advertisement