Berandasehat.id – Gaya hidup modern dan industrialisasi mungkin meningkatkan jumlah estrogen (hormon seks wanita) yang didaur ulang dalam tubuh menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Tampaknya hal ini disebabkan oleh peningkatan kelimpahan dan keanekaragaman bakteri tertentu di usus/saluran cerna.
Estrogen adalah hormon steroid yang berperan dalam mengatur kesuburan, pertumbuhan, dan metabolisme.
Ketika hati memproses estrogen, ia menambahkan penanda yang disebut asam glukuronat, yang menonaktifkan hormon dan membuatnya larut dalam air sehingga dapat dikeluarkan.
Namun, sekelompok bakteri usus yang dikenal sebagai estrobolome dapat melepaskan penanda tersebut, mengaktifkan kembali estrogen dan memungkinkannya untuk diserap kembali oleh tubuh.
Dalam studi terbaru, para ilmuwan menemukan bahwa kapasitas bakteri ini untuk mendaur ulang estrogen secara signifikan lebih tinggi pada populasi industri daripada pada populasi bukan industri.
Tim peneliti menganalisis data mikrobioma usus yang telah dikumpulkan sebelumnya dari 24 populasi berbeda di empat benua.
Hal itu mencakup beragam gaya hidup, seperti penduduk kota di Amerika Serikat dan pemburu-pengumpul serta petani di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.
Secara khusus, tim tersebut mencari sekuens genetik yang terkait dengan enzim beta-glukuronidase, yang merupakan alat yang digunakan bakteri untuk melepaskan penanda dari estrogen.

Dengan mengukur kelimpahan dan variasi sekuens ini, para ilmuwan dapat memperkirakan kapasitas daur ulang mikroba usus dalam setiap populasi manusia.
Tim peneliti menemukan bahwa orang-orang yang tinggal di masyarakat industri memiliki kapasitas hingga tujuh kali lebih besar untuk mendaur ulang estrogen daripada mereka yang berada di kelompok bukan industri, dan lebih dari dua kali lipat variasi bakteri pendaur ulang hormon ini.
Pola serupa juga terlihat dalam cara orang tua memberi makan anak-anaknya, seperti yang dicatat tim dalam makalah studi, yakni populasi industri, serta bayi yang diberi susu formula, memiliki kapasitas mikroba yang lebih besar untuk mendaur ulang estrogen daripada populasi bukan industri dan bayi yang diberi ASI.
Pola makan rendah serat jadi biang penyebab
Mengapa gaya hidup modern tampaknya mendorong perubahan ini belum sepenuhnya dipahami, dan para peneliti tidak membahas penyebab pastinya dalam makalah mereka.
Tetapi tim peneliti berspekulasi bahwa hal itu mungkin terkait dengan pola makan rendah serat.
Tanpa serat, bakteri usus dapat beralih ke sumber bahan bakar alternatif. Beberapa mulai memakan lapisan lendir usus, sementara yang lain dapat memecah asam glukuronat dari hormon yang dinonaktifkan seperti estrogen.
Ini mungkin menjelaskan mengapa kapasitas daur ulang estrogen tampak lebih tinggi pada populasi yang terindustrialisasi.
Terlepas dari penyebab atau mekanisme pastinya, temuan ini menambah semakin banyak penelitian tentang pentingnya mikrobioma usus.
Temuan ini menunjukkan bahwa industrialisasi dan pola makan di awal kehidupan dapat sangat memengaruhi kontribusi mikroba terhadap metabolisme dan paparan estrogen manusia, simpul para peneliti dikutip Science x Network. (BS)