Berandasehat.id – Mendapatkan latihan yang baik untuk membantu meningkatkan keseimbangan berdiri statis, fleksibilitas, dan kelincahan tidak harus berdiri, namun dapat dilakukan sambil berbaring telentang dengan kepala menghadap ke atas.

Postur dan keseimbangan yang baik bergantung pada posisi kepala, dada, dan pinggul yang sejajar dengan benar.

Bagian tubuh lainnya, yakni kaki, juga memainkan peran besar dalam menjaga kesejajaran ini saat kita berdiri atau bergerak.

Para peneliti dari Universitas Pertanian dan Teknologi Tokyo hendak merancang serangkaian latihan yang melatih inti tubuh (batang tubuh) dan kaki untuk bekerja bersama, yang mungkin membantu bergerak lebih baik dan tetap seimbang.

Tim peneliti menemukan bahwa rutinitas sederhana 10 menit dengan intensitas rendah yang dilakukan sepenuhnya sambil berbaring telentang, yang melibatkan aktivasi perut yang lembut, ekstensi pinggul dan panggul kecil, dan peregangan kaki dan pergelangan kaki yang terkontrol, menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Para peserta melanjutkan latihan sederhana ini sekali sehari selama dua minggu dan menjadi jauh lebih stabil saat berdiri diam, terutama dengan kaki berdekatan, dan mampu bergerak dari sisi ke sisi lebih cepat.

Tidak ditemukan perubahan signifikan pada kekuatan otot atau ‘daya ledak’, tetapi rutinitas tersebut tampaknya membantu sistem saraf meningkatkan koordinasi antara batang tubuh dan kaki, menurut studi yang dipublikasikan di PLOS One.

Koordinasi bagian tubuh

Pusat gravitasi tubuh manusia tidak berada di tengah dan terletak relatif tinggi, di sekitar dada, di atas dasar penopang yang sempit yang dibentuk oleh kaki.

Struktur yang berat di bagian atas ini membuat manusia secara alami tidak stabil. Jadi, ketika inti tubuh dan kaki tidak berkoordinasi dengan baik untuk menjaga tubuh tetap sejajar, hal itu dapat menyebabkan masalah seperti sakit punggung atau cedera sendi.

Sebagian besar program latihan melatih inti tubuh atau kaki, tetapi jarang bagaimana keduanya bekerja bersama, meskipun keseimbangan dan kelincahan bergantung pada koordinasi yang tepat dari kedua bagian tersebut.

Selain itu, ada sedikit bukti tentang apakah latihan singkat dan berisiko rendah yang dilakukan sambil berbaring dapat meningkatkan batang tubuh dan anggota tubuh bagian bawah sebagai satu tim.

Dalam penelitian ini, para peneliti memutuskan untuk menguji gagasan ini dengan membuat program latihan baru yang menghubungkan fungsi inti tubuh dan kaki melalui gerakan terkoordinasi dan dapat dilakukan sambil berbaring telentang.

Mereka melakukan dua rangkaian eksperimen. Pertama melibatkan 17 pria dalam uji coba silang acak, artinya setiap peserta mencoba program latihan dan kondisi kontrol, dengan urutan yang ditetapkan secara acak, sehingga setiap orang berfungsi sebagai pembanding bagi dirinya sendiri.

Kedua, melibatkan 22 pria dan wanita dalam uji coba pra-pasca, yakni pengaturan di mana peserta diukur sebelum dan sesudah program untuk melacak perubahan apa pun.

Rutinitas latihan untuk kedua eksperimen tersebut mencakup menahan otot perut dengan kencang selama lima detik sambil menekan ujung jari ke berbagai titik di perut. Ini diikuti oleh gerakan pinggul di mana panggul dimiringkan dan diangkat sedikit dari lantai selama lima detik untuk membentuk jembatan kecil.

Latihan ketiga melibatkan gerakan menggeser tumit di sepanjang lantai untuk meluruskan kaki sambil menjaga pergelangan kaki tetap tertekuk, diikuti oleh gerakan jari kaki yang dilakukan dengan pola batu-kertas-gunting.

Berolahraga menunjukkan pengurangan yang signifikan pada area goyangan dan panjang lokus total, keduanya membantu menentukan seberapa banyak tubuh bergoyang. Ini juga membuat orang jauh lebih stabil saat berdiri diam dengan kaki rapat.

Dalam tes langkah samping untuk kelincahan lateral, peserta dalam kelompok latihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah langkah yang dapat mereka lakukan dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Studi ini menunjukkan bahwa individu dapat memperoleh manfaat bahkan dari gerakan sederhana yang dilakukan dalam posisi telentang.

Menggabungkan rutinitas latihan singkat dan aman yang dilakukan sambil berbaring berpotensi meningkatkan keseimbangan, yang dapat membantu mengurangi risiko jatuh dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik. (BS)