Berandasehat.id – Diabetes gestasional paling sering dikaitkan dengan gangguan sementara dalam metabolisme glukosa selama kehamilan. Namun, bukti yang berkembang menunjukkan bahwa konsekuensi diabetes yang terjadi selama kehamilan dapat meluas jauh melampaui kehamilan itu sendiri.

Studi menunjukkan diabetes gestasional memengaruhi kesehatan anak bahkan sebelum lahir dan meningkatkan risiko obesitas, resistensi insulin, dan diabetes di kemudian hari.

Sebuah publikasi baru-baru ini oleh para peneliti dari Universitas Kedokteran Wrocław dan Universitas Sains dan Teknologi Wrocław, yang diterbitkan di Frontiers in Endocrinology, meneliti peran adipokin, hormon yang disekresikan oleh jaringan adiposa, dalam membentuk lingkungan metabolik ibu dan janin yang sedang berkembang.

Temuan tim yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Wroclaw Medical University menunjukkan bahwa asal mula banyak penyakit metabolik mungkin berasal dari kehidupan janin. Memahami mekanisme pemrograman metabolik memungkinkan kita memandang pencegahan penyakit sebagai proses yang dimulai bahkan sebelum kelahiran.

Para peneliti menyelidiki bagaimana diabetes gestasional memengaruhi leptin, adiponektin, dan penanda resistensi leptin, dan apakah faktor-faktor ini dapat berfungsi sebagai indikator awal gangguan metabolik di masa depan.

Hingga baru-baru ini, banyak penyakit metabolik dipandang terutama sebagai konsekuensi dari pilihan gaya hidup orang dewasa. Saat ini, para ilmuwan semakin menyadari pentingnya periode prenatal (kehamilan).

Kehidupan janin adalah tahap penting di mana metabolisme anak diprogram untuk beberapa dekade mendatang. Bahkan pada tahap perkembangan awal ini, peningkatan kadar glukosa ibu dan perubahan parameter metabolisme dapat memengaruhi keseimbangan metabolisme organisme yang sedang berkembang, menurut penjabaran Dr. Jolanta Lis-Kuberka dari Departemen Biokimia dan Imunokimia di Universitas Kedokteran Wroclaw.

Studi menunjukkan bahwa paparan janin terhadap lingkungan metabolisme yang tidak menguntungkan dapat mendorong peningkatan akumulasi lemak dan perubahan sensitivitas insulin sejak tahap kehidupan yang sangat awal.

Peran hormon jaringan adiposa

Yang menjadi pusat perhatian para peneliti adalah adipokin, molekul yang diproduksi oleh jaringan adiposa yang mengatur metabolisme energi tubuh.

Perhatian khusus diberikan pada leptin dan adiponektin. Leptin memainkan peran penting dalam mengatur nafsu makan dan metabolisme energi, sementara adiponektin meningkatkan sensitivitas insulin di jaringan dan memberikan efek antiperadangan.

“Leptin dan adiponektin berfungsi sebagai biomarker spesifik metabolisme ibu dan janin. Kadar leptin yang terus meningkat disertai dengan penurunan konsentrasi adiponektin mencirikan lingkungan metabolik yang mendorong obesitas dan gangguan homeostasis glukosa pada ibu hamil dan anak-anak mereka,” terang Dr. Lis-Kuberka.

Para penulis juga menyoroti pentingnya indikator seperti indeks leptin bebas (FLI) dan rasio leptin-adiponektin (LAR), yang dapat mencerminkan tingkat keparahan gangguan metabolik yang terkait dengan diabetes gestasional.

1000 HPK

Para ilmuwan kian memperhatikan fenomena yang dikenal sebagai pemrograman metabolik. Konsep ini mengasumsikan bahwa kondisi yang ada di dalam tubuh ibu selama kehamilan dapat memengaruhi metabolisme anak sepanjang hidupnya.

Pemrograman metabolik didasarkan pada premis bahwa pengalaman paling awal organisme—dari perkembangan janin hingga periode perinatal dan masa kanak-kanak awal, punya dampak yang bertahan lama pada regulasi metabolik dan respons terhadap faktor lingkungan, jelas Dr. Lis-Kuberka.

Konsep 1.000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) kini mendapat perhatian khusus, mencakup periode dari konsepsi hingga sekitar ulang tahun kedua seorang anak. Pada periode kritis inilah mekanisme biologis yang memengaruhi risiko diabetes, obesitas, dan penyakit tidak menular lainnya di masa depan dapat terbentuk.

Salah satu bidang penelitian yang paling menjanjikan adalah penggunaan adipokin sebagai biomarker untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko tinggi terkena gangguan metabolisme.

Di masa depan, penanda seperti leptin, adiponektin, dan indikator resistensi leptin dapat memungkinkan identifikasi dini anak-anak yang sangat rentan terhadap perkembangan diabetes, obesitas, atau resistensi insulin, menurut peneliti.

Hal ini membuka kemungkinan strategi pencegahan yang sangat personal jauh sebelum gejala klinis pertama muncul.

Merawat wanita penyandang diabetes gestasional

Para penulis menekankan bahwa diagnosis dan pemantauan diabetes gestasional yang tepat penting tidak hanya untuk perjalanan kehamilan itu sendiri tetapi juga untuk hasil kesehatan jangka panjang.

Dr. Lis-Kuberka menyampaikan bahwa diagnosis yang tepat dan pemantauan diabetes gestasional yang cermat kini tidak hanya dianggap sebagai landasan keselamatan perinatal tetapi juga merupakan elemen kunci dari strategi pencegahan kesehatan yang bermanfaat bagi generasi mendatang.

Kian jelas pula bahwa pencegahan yang efektif memerlukan kolaborasi antar spesialis dari berbagai disiplin ilmu, termasuk ahli diabetes, ginekolog, ahli diet, fisioterapis, psikolog, dan pakar kesehatan masyarakat.

Perawatan bagi wanita penderita diabetes gestasional merupakan langkah penting pertama dalam mencegah penyakit terkait gaya hidup di tingkat populasi. Hasilnya, perawatan perinatal berkembang dari model reaktif menuju strategi proaktif yang bertujuan mencegah diabetes, obesitas, dan gangguan metabolisme lainnya di generasi mendatang, simpul peneliti. (BS)