Berandasehat.id – Perubahan pola hidup serta tingginya konsumsi makanan berkadar garam atau natrium menjadi salah satu faktor meningkatnya risiko penyakit ginjal pada anak. Konsumsi makanan yang mengandung asupan natrium (garam tinggi, menyebabkan anak-anak gemuk, dan mengembangkan hipertensi.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp.A., Subsp.Nefro, menyebut konsumsi makanan tinggi natrium dapat memicu obesitas pada anak, yang kemudian meningkatkan risiko hipertensi. “Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama pemicu penyakit ginjal kronis,” ujarnya dalam diskusi penyakit ginjal pada anak yang dihelat RS Pondok Indah di Jakarta, baru-baru ini.
Anggapan bahwa penyakit ginjal hanya menyerang orang dewasa sudah tidak lagi relevan, karena kasus gangguan ginjal pada anak kini semakin sering ditemukan dalam praktik klinis.
Dia menerangkan, obesitas membuat kerja organ tubuh, termasuk ginjal, menjadi lebih berat sehingga dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan fungsi ginjal.
Dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu mendorong orang tua membiasakan pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. “Batasi makanan tinggi garam dan olahan,” ujarnya.

Selain itu, biasakan anak aktif bergerak untuk menjaga berat badan ideal, yang dapat menurunkan risiko penyakit metabolik.
Indikasi masalah ginjal pada anak
Lebih lanjut dr. Henny mengungkap, ada delapan indikasi yang harus dicurigai anak memiliki masalah pada ginjal, antara lain hambatan pertumbuhan serta demam tinggi berulang tanpa penyebab jelas. Selain itu, orang tua perlu memperhatikan gangguan fisik seperti pancaran urine yang melemah atau hanya menetes, pembengkakan atau edema di sekitar mata, adanya darah dalam urine (hematuria), hingga urine yang tampak berbusa.
Gejala lain yang kerap muncul adalah anemia berkepanjangan yang tidak membaik meski telah diberi asupan zat besi, serta tekanan darah tinggi atau hipertensi. Penyakit anemia ini terjadi karena penurunan fungsi ginjal mengganggu produksi hormon eritropoietin yang merangsang pembentukan sel darah merah.
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mendesak orang tua untuk langsung membawa anak ke tenaga medis jika mendapati gejala-gejala tersebut.
Pencegahan sejak dini melalui pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk melindungi fungsi ginjal anak hingga dewasa. (BS)