Berandasehat.id – Saluran cerna tidak hanya berperan dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan perkembangan sistem imun (kekebalan) anak.
Pasalnya, dalam saluran cerna terdapat sekitar 100 triliun mikrobiota yang dapat mempengaruhi fungsi saluran cerna, fungsi daya tahan tubuh dan berbagai fungsi penting tubuh lainnya.
Karena itu, keseimbangan mikrobiota usus menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Topik ini mengemuka dalam diskusi media bertajuk ‘Global Advances and Insight on Biotics for Child Health’ dengan pembicara utama Prof. Yvan Vandenplas, MD, Ph.D., Pakar Gastroenterologi dan Nutrisi Anak, University Hospital Brussels (UZ Brussel), Belgia di Jakarta, Kamis (6/8).
“Awal kehidupan merupakan periode penting dalam pembentukan mikrobiota usus. Sejumlah studi menunjukkan bahwa biotik seperti prebiotik, probiotik dan sinbiotik dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna, yang merupakan bagian dari ekosistem alami tubuh,” terang Prof. Yvan.

Para ahli kesehatan telah sepakat bahwa saluran cerna merupakan organ yang berperan paling penting dan berkembang pesat pada masa awal kehidupan untuk mendukung tumbuh kembang optimal dan kesehatan holistik anak serta sebagai fondasi utama kecerdasan anak dan imunitasnya.
Prof. Yvan menyebut, salah satu asupan nutrisi penting untuk mengoptimalkan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan, yaitu prebiotik.
Prebiotik berperan sebagai makanan utama bagi ratusan triliun mikrobiota pada saluran cerna dari awal kehidupan anak dan menjaga jumlah bakteri baik dalam usus tetap seimbang
“Anak perlu diberikan asupan prebiotik yang biasanya banyak terkandung dalam makanan sumber serat seperti buah-buahan, sayur-mayur, kacang-kacangan, serta beberapa jenis sayuran akar seperti umbi-umbian,” imbuhnya.
Sumber prebiotik juga dapat diperoleh dari nutrisi lain, seperti susu pertumbuhan yang yang terfortifikasi khusus dengan rasio prebiotik yang tepat.
Prof. Yvan menekankan, asupan nutrisi kaya serat prebiotik, kesehatan pencernaan anak dapat terjaga, sehingga mencegah timbulnya masalah gangguan pencernaan.
Peran krusial sinbiotik
Selain prebiotik, sinbiotik juga bermanfaat bagi kesehatan saluran cerna anak.
Sinbiotik merupakan kombinasi prebiotik (serat) dan probiotik (bakteri baik) yang bermanfaat baik bagi kesehatan anak.
Berbagai riset menunjukkan bahwa sinbiotik, dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
“Menjaga keseimbangan mikrobiota yang baik berarti mendukung kesehatan pencernaan anak lebih terjaga, sekaligus menopang perkembangan sistem imun, ” Prof. Yvan menekankan.
Dia menyebut, manfaat ini menjadi semakin relevan bagi kelompok anak tertentu, termasuk anak yang lahir melalui operasi caesar yang tidak terpapar mikrobiota ibu karena tidak dilahirkan melalui persalinan normal pervaginam (melalui vagina).
Beberapa studi menunjukkan bahwa anak yang lahir secara caesar memiliki komposisi mikrobiota usus yang berbeda dibandingkan anak yang lahir secara normal.
Anak yang lahir melalui persalinan caesar disinyalir berisiko lebih tinggi mengalami ketidakseimbangan mikrobiota (disbiosis), yang dapat berpengaruh pada kesehatan pencernaan serta perkembangan sistem kekebalan.
Prof. Yvan menyampaikan, kondisi disbiosis berpotensi meningkatkan risiko anak mengalami berbagai masalah kesehatan alergi (seperti asma) dan penurunan imunitas tubuh (seperti infeksi dan penyakit peradangan).
Karena alasan itulah, orang tua perlu memastikan keseimbangan mikrobiota yang baik di saluran cerna untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak.
“Perlu diberikan intervensi sinbiotik, terutama yang mengandung FOS GOS sebagai prebiotik dan probiotik Bifidobacterium breve,” ujarnya.
Dia lebih lanjut mengungkap, ketika anak yang dilahirkan melalui caesar mendapat intervensi yang menggunakan sinbiotik tipe ini, mereka bisa lebih catch up (mengejar) untuk punya profil Bifidobakteria yang sama seperti anak yang lahir normal.
“Intervensi sinbiotik ini diharapkan komposisi mikrobiota anak yang lahir caesar akan menyamai seperti anak yang lahir normal, sehingga dapat menekan potensi risiko penyakit-penyakit seperti alergi, dan beberapa penyakit yang terkait dengan imunitas,” tandas Prof. Yvan.
Inovasi prebiotik dan sinbiotik berbasis bukti ilmiah
Kesempatan sama, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia menyampaikan Danone melalui Nutricia Research terus berinovasi mengembangkan produk-produk dengan prebiotik teruji klinis, salah satunya inovasi nutrisi FOS:GOS dengan rasio 1:9.

Produk prebiotik itu telah teruji klinis secara internasional dalam mendukung kesehatan saluran cerna anak.
Danone juga mengembangkan sinbiotik kombinasi FOS:GOS 1:9 dengan Bifidobacterium breve M16-V (B.breve M16-V) yang telah teruji secara klinis dan membantu memulihkan bakteri baik 27x lebih cepat pada anak yang lahir secara sesar.
“Bakteri baik ini merupakan fondasi penting untuk perkembangan sistem imun pada anak,” terang dr. Ray.
Vera Saw, Healthcare Nutrition Director Danone SN Indonesia menambahkan Danone berkomitmen terus mendukung kesehatan anak-anak melalui penelitian ilmiah, termasuk inisiatif penelitian global mengenai mikrobiota dan biotik untuk menghasilkan bukti ilmiah.
“Danona juga berkolaborasi dengan tenaga kesehatan profesional dan komunitas ilmiah guna mengimplementasikan temuan-temuan tersebut menjadi solusi gizi yang praktis, serta inovasi produk yang berkelanjutan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, termasuk mendukung kesehatan pencernaan,” pungkas Vera. (BS)