Berandasehat.id – Penderita diabetes kini bisa mendapatkan peringatan dini saat komplikasi berbahaya mulai berkembang di tubuh mereka.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada telah memberikan izin untuk sensor yang dapat dikenakan (wearable) pertama yang memantau kadar keton secara terus-menerus.
Keton merupakan zat kimia yang diproduksi tubuh saat membakar lemak sebagai sumber energi, bukan gula.
Menurut FDA, itu merupakan perangkat pertama di dunia yang mampu memantau kadar keton dan gula darah secara bersamaan.
Ketika kadar keton melonjak terlalu tinggi, hal itu dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik (DKA).
American Diabetes Association memperingatkan bahwa DKA dapat memburuk dalam hitungan jam dan berujung pada koma atau kematian jika tidak ditangani.
Angka rawat inap akibat DKA telah meningkat sebesar 55% dalam satu dekade terakhir, menurut Abbott, perusahaan pembuat perangkat tersebut.
Gejala awal sering kali disalahartikan sebagai gangguan pencernaan atau infeksi umum lainnya, sehingga penanganan medis menjadi terlambat. Selain itu, kebanyakan orang tidak memiliki alat pengukur keton darah di rumah.
“Mengetahui bahwa kadar keton sedang meningkat, serta mendapatkan informasi tersebut secara real-time dan terus-menerus, dapat menjadi penentu antara intervensi dini dan situasi darurat yang mengancam jiwa,” ujar Dr. Michelle Tarver, direktur Pusat Perangkat dan Kesehatan Radiologi FDA.

Sensor bernama Libre Duo 10 Day ini ditempelkan pada kulit dan membaca kadar keton serta glukosa dalam cairan tepat di bawah permukaan kulit setiap menit, baik siang maupun malam.
Data hasil pembacaan dikirimkan secara nirkabel ke aplikasi ponsel pintar yang menampilkan kadar saat ini serta tren kenaikan atau penurunannya.
Aplikasi tersebut akan membunyikan peringatan ketika kadar keton mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.
Selama ini, pemeriksaan keton harus dilakukan secara terpisah menggunakan tes darah atau urine.
Tes-tes tersebut hanya menunjukkan kondisi pada satu waktu tertentu dan tidak dapat memperlihatkan apakah kadar keton sedang naik atau turun.
“Sebagai dokter, saya melihat betapa cepatnya DKA dapat berkembang, dan betapa seringnya tanda-tanda peringatan dini atau kesempatan untuk mengukur kadar keton terlewatkan,” kata Dr. Jennifer Sherr, ahli endokrinologi anak di Yale School of Medicine.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), sekitar 40,1 juta penduduk Amerika menderita diabetes.
Perangkat baru ini telah disetujui untuk digunakan oleh penderita diabetes berusia 2 tahun ke atas.
Abbott menyatakan bahwa perangkat ini ditujukan bagi mereka yang berisiko tinggi mengalami peningkatan kadar keton, termasuk pengguna insulin atau obat penurun kadar glukosa.
FDA menyatakan bahwa keputusan tersebut didukung oleh enam studi yang melibatkan lebih dari 600 orang.
Perangkat ini secara akurat memantau perubahan signifikan pada kadar keton selama periode penggunaan penuh dalam 10 hari dan mendeteksi peningkatan kadar keton sebelum kondisi DKA terjadi.
Abbott berencana meluncurkan sensor ini di Amerika Serikat pada akhir tahun ini. Perusahaan juga sedang berupaya menghubungkan sensor tersebut dengan sistem pemberian insulin otomatis.
FDA mengingatkan bahwa pembacaan kadar keton harus selalu dipertimbangkan bersamaan dengan angka glukosa dan gejala yang dialami penyandang diabetes, demikian laporan Healthday. (BS)