Berandasehat.id – Kafein yang banyak ditemukan pada kopi, minuman energi dan soda, punya sejumlah manfaat, di antaranya meningkatkan kewaspadaan, dengan cara menghambat adenosin, zat kimia yang menyebabkan rasa lelah.
Kafein juga meningkatkan kadar dopamin dan norepinefrin untuk membantu kita lebih konsentrasi.
Bahan stimulan alami ini juga memperbaiki suasana hati, meningkatkan kadar neurotransmiter yang memicu perasaan nyaman, seperti serotonin.
Selain itu, konsumsi kafein rutin dikaitkan dengan risiko penurunan fungsi kognitif serta penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson dan Alzheimer yang lebih rendah, menurut data National Institute of Health (NIH).
Medical News Today melaporkan kafein dapat meningkatkan performa atletik, membantu meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan otot, dan kecepatan reaksi.
Stimulan ini membantu mengatasi sakit kepala dan meningkatkan efektivitas obat pereda nyeri, mendukung metabolisme dengan mendorong pembakaran kalori dan oksidasi lemak untuk sementara waktu.
Berapa batas maksimal asupan kafein harian? Cleveland Clinic dan FDA (Otoritas Obat dan Makanan AS) menyarankan untuk membatasi konsumsi di bawah 400 miligram per hari (sekitar 3 hingga 4 cangkir kopi).
Konsumsi kopiberlebihan dapat menyebabkan rasa gelisah, kecemasan, detak jantung cepat, dan gangguan tidur.
Ragam mitos kafein
Di balik manfaatnya bagi kesehatan, masih banyak mitos kafein yang beredar di kalangan masyarakat, misalnya kafein tidak baik untuk anak. Faktanya, WebMD melaporkan sekira 75% anak-anak mengonsumsi kafein setiap hari. Sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun mengonsumsi kafein dalam jumlah yang setara dengan tiga kaleng minuman bersoda.

FDA belum menetapkan pedoman mengenai batas aman konsumsi kafein bagi anak-anak, namun para ahli sepakat bahwa semakin sedikit konsumsinya, semakin baik.
Bagi anak yang sensitif terhadap kafein, konsumsi zat ini dapat membuat mereka merasa cemas atau rewel, yang kemudian diikuti oleh penurunan energi secara drastis (crash).
Selain itu, sebagian besar kafein yang dikonsumsi anak-anak berasal dari minuman bersoda, minuman berenergi, atau teh manis, yang semuanya tinggi kandungan gulanya. Hal ini dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang pada anak, seperti diabetes dan penyakit jantung.
Mitos kafein yang cukup terkenal adalah kemampuannya dalam menghilangkan efek mabuk. Penelitian menunjukkan bahwa kafein hanya membuat kita ‘merasa’ seolah-olah sadar kembali. Padahal kenyataannya tidak demikian.
Faktanya, waktu reaksi dan kemampuan penilaian kita tetap terganggu, meskipun kita ‘merasa’ lebih terjaga. Orang-orang yang mengonsumsi alkohol sekaligus kafein justru lebih berisiko mengalami kecelakaan mobil.
Mitos lain yang tak kalah seru adalah kafein tak memiliki manfaat kesehatan, melainkan hanya sebatas stimulan.
Namun itu hanya sebatas mitos. Berbagai literatur menyebut efek kafein yang paling dikenal adalah kemampuannya membantu kita memulai aktivitas atau memulihkan energi. Hal ini karena kafein merupakan stimulan yang membantu memperbaiki suasana hati, meningkatkan fokus, dan menyamarkan rasa lelah.
Kafein juga meningkatkan metabolisme. Tubuh kita butuh energi untuk segala aktivitas, bahkan saat hanya duduk di meja dan menatap layar komputer. Proses mengubah makanan dan minuman menjadi bahan bakar tubuh disebut metabolisme, dan kafein dapat meningkatkan proses ini.
Kandungan kafein dalam secangkir kopi telah dikaitkan dengan peningkatan laju metabolisme sebesar 3%–4%. Ini berarti kafein dapat sedikit meningkatkan jumlah pembakaran kalori dalam sehari.
Para ahli masih meneliti apakah efek ini terjadi dengan sendirinya.
Kafein juga meningkatkan performa olahraga.
Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang sebelum berolahraga dapat membantu meningkatkan kualitas latihan dan mengurangi rasa lelah saat melakukannya.
Selain itu, kafein bahkan dapat membuat aktivitas fisik terasa lebih ringan, sehingga kita bisa lebih menikmatinya dan melakukannya lebih sering.
Karena kopi dikaitkan dengan peningkatan detak jantung, sebagian besar orang mungkin berpikir bahwa kafein meningkatkan risiko masalah jantung. Namun, dalam jumlah sedang, kafein justru dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
Sebuah penelitian membandingkan berbagai kelompok peminum kopi dan menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang memiliki risiko penyakit jantung yang jauh lebih rendah dibandingkan wanita yang mengonsumsinya dalam jumlah lebih sedikit.
Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa kafein juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit Parkinson, penyakit hati, kanker kolorektal, diabetes tipe 2, bahkan demensia.
Kafein juga dapat membantu meredakan jenis sakit kepala tertentu dan gejala asma, namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Terlepas dari manfaatnya, jangan lupa bahwa asupan kafein yang tinggi justru dapat membahayakan kesehatan. (BS)